Apa dampak berpikir computasional pada kehidupan sosial ?
Computational Thinking pada dasarnya digunakan untuk memecahkan masalah, namun belakangan computational thinking berguna untuk segala aspek kehidupan. Termasuk aspek kehidupan sosial/bermasyarakat. Berpikir computational hendaknya dilakukan oleh setiap anggota masyarakat agar masyarakat tersebut menjadi masyarakat yang maju.
Kita ambil contoh, di negara kita Indonesia masih sedikit sekali orang yang berpikir secara komputasional. Orang-orang yang berpikir komputasional rata-rata hanya orang dari golongan menengah ke atas ataupun orang yang pendidikan nya sudah bagus. Hal ini menyebabkan kondisi masyarakat kita masih belum bisa dikatakan maju.
Bandingkan misalnya dengan negara Amerika Serikat, dimana mayoritas penduduknya sudah berpikir secara komputasional. Mereka tidak melihat sesuatu dari satu sudut pandang saja tetapi sudah berpikir jauh dan terstruktur dalam merencanakan sesuatu. Hal ini membuat Amerika Serikat dapat dikatakan negara yang masyarakatnya maju.
Jadi computational thinking sangat mempengaruhi kualitas dari masyarakat itu sendiri. Hal inilah yang menyebabkan computational thinking penting pada kehidupan sosial.