Kereta Gantung Pantai Timang

Letak dari obyek wisata yang satu ini adalah di Yogyakarta, tepatnya desa Purwodadi, kecamatan Tempus, Gunung Kidul. Di sini adalah kawasan yang banyak dijumpai nelayan lobster/udang.
Jika di bayangkan kita terlintas kereta dengan teknologi mesin tarik, tepislah bayangan tersebut. Karena kereta gantung pulau Timang masih tradisional. Ada di ketinggian 50 meter dan jaraknya sejauh 100 meter. Kereta ini sebenarnya merupakan sarana transportasi yang dipakai oleh nelayan setempat untuk menu karang besar di seberang.
Akan tetapi karena ekstrimnya yaitu : kereta hanya terbuat dari kayu, saat melintas di atas laut percikan air sampai ke badan kita dan ombak terkadang membasahi tubuh, paling ekstrim lagi kereta ini cuma memuat satu penumpang setiap kali penyeberangan (tak bisa beramai-ramai) banyak wisatawan berminat menjajalnya walau akses ke pantai Timang tergolong sulit.
Perlu diperhatikan, ya, bahwa kereta gantung pantai Timang bukanlah tempat wisata yang resmi, jadi tidak ada asuransi atau jaminan apabila terjadi sesuatu pada kita ketika mencoba sensasi ekstrim menyeberang pakai kereta gantung tradisional.
Berselancar Seru di Kepulauan Mentawai

Selancar seru ini bisa kita lakukan ketika berkunjung ke kepulauan Mentawai. Wilayah yang letaknya sekitar 150 km di samudera Hindia, Mentawai. Memiliki beberapa pulau utama terdiri dari : Pagai Utara, Pagai Selatan, Sikakap, Sibora. Obyek wisata pantai yang indah bisa kita nikmati di sini.
Tak sebatas itu saja, ombak yang tinggi (1,5-4,5 meter) termasuk dalam salah satu ombak yang terbaik di nusantara ini. Dan banyak ragam karakteristik ombak Mentawai membuat wisatawan domestik maupun internasional tertarik untuk menjajal rasa selancar di Mentawai.
Sensasi Paralayang Di Matantimali

Ingin merasakan bagaimana berparalayang? Kunjungilah Pegunungan Matantimali, kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Tepatnya 30 km dari kota Palu.
Dari pegunungan Matantimali kita bisa melihat betapa indahnya kota Palu, karena pegunungan ini terletak 1000 meter di atas permukaan air laut. Pegunungan Matantimali adalah tempat melakukan paralayang yang terbaik di kawasan Asia Tenggara bahkan salah satu yang paling baik juga di dunia.
Angin yang berhembus ke lereng gunung, sangat membantu kita yang ingin berparalayang. Di sini kita dapat merasakan sensasi paralayang sepanjang tahun. Beberapa event olahraga seperti Indonesia paralayang open juga dilaksanakan di pegunungan Matantimali.
Panjat Tebing Ekstrim di Lembah Harau

Para pecinta panjat tebing atau pemanjat tebing profesional pasti tidak asing lagi mendengar nama Lembah Harau, Sumatera Barat.
Ya, benar! Ini disebut-sebut sebagai surga bagi para pemanjat tebing Indonesia. Lokasi tepatnya adalah di kota Payakumbuh, sekitar 2 jam dari kota Padang.
Ketinggian lembah hingga 300 meter dan disekelilingnya terdapat beberapa bukit, seperti bukit Singkarat, Tarangtang, bukit Jambu, dan Air Putih. Spesies di lembah Harau adalah monyet berekor panjang. Di lereng tebing juga dijumpai kolam alami yang terbentuk dari beberapa air terjun yang mengalir dari bagian atas tebing tersebut. Nama air terjunnya yaitu Sarasa Ayeloluyi, Sarasa Murai, Sarasa Bunta, Sarasa Ayeange.
Blue Lagoon Cliff Jumping

Wisata alam ekstrim ini berada di Nusa Ceningan, Bali. Pulau dengan panorama eksotis ini, ternyata menyimpan wisata ekstrim. Di Blue Lagoon cliff jumping kita akan melompat dari sebuah tebing berketinggian 13 meter dan di bawah akan disambut oleh ganasnya ombak laut.
Maka, dalam melakukan jumping perlu menunggu ombak sampai tenang dulu, supaya aman. Ketika melakukan atraksi melompat dari ketinggian, diharapkan untuk tetap hati-hati dan waspada karena tidak disediakan pelayanan medis di sini.