Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Apa yang Anda ketahui tentang keindahan Danau Kelimutu?

Danau Kelimutu|690x350

Traveling ke Flores rasanya tidak lengkap jika melewatkan kunjungan ke Danau Kelimutu yang merupakan danau kawah di puncak gunung yang memiliki nama sama dengan danau tersebut. Danau kawah ini sangat terkenal karena memiliki karakteristik yang unik. Ada tiga danau yang masing-masing memiliki nama serta warna air yang berbeda. Dua diantaranya berada pada posisi yang berdekatan dan hanya terpisah oleh dinding tebing. Danau tersebut bernama Tiwu Nuwa Muri Ko’ofai dan Tiwu Ata Polo.

Tanpa ada embel-embel mitos ini saja danau ini sudah memiliki cerita mistis di mana masyarakat setempat percaya jika danau tersebut adalah tempat bersemayamnya arwah orang yang telah meninggal. Danau Tiwu Nuwa Muri Ko’ofai yang berwarna biru muda diyakini sebagai tempat arwah pemuda dan pemudi sedangkan danau Tiwu Ata Polo yang berwarna hijau toska diyakini tempat bersemayamnya arwah para tukang tenung yang jahat. Bagaimana menurut kalian? Apakah kalian pernah mendengar kisahnya?

70

danau tiga warna|690x482

Danau Kelimutu, tiga buah danau yang berada di puncak Gunung Kelimutu ini memiliki tiga warna berbeda yang selalu berubah-ubah seiring dengan berjalannya waktu. Merupakan gunung berapi yang terletak di Flores, NTT ini menyimpan pesona dan keindahan melalui danau tiga warna ini.

Menurut kepercayaan penduduk setempat, warna pada danau ini selalu memiliki artinya masing-masing. Penduduk setempat pun masih meyakini bahwa pada saat danau berubah warna, mereka harus memberikan sesajen bagi arwah orang-orang yang telah meninggal.

Ketiga danau ini hanya dibatasi oleh dinding batu sempit yang mudah longsor dengan ketinggian 50 sampai 150 meter. Keindahan Danau Kelimutu ini sudah populer sejak tahun 1915 hingga ke mancanegara. Pengunjung yang datang ke tempat ini bukan hanya mengagumi keindahannya saja, tetapi juga meneliti fenomena alam yang sangat langka ini.

image|690x330

Jika kamu berkunjung pada tanggal 14 Agustus, kamu bisa melihat Festival Danau Kelimutu yabg bernama Pati Ka yang berarti memberi makan. Pemberian makan ditujukan untuk para leluhur Danau Kelimutu berupa sesaji terdiri dari daging babi dan moke atau minuman beralkohol khas daerah setempat. Prosesi Pati Ka dilaksanakan di lapangan helipad yang berada sebelum tugu puncak kelimutu. Prosesi diawali dengan tarian adat yang dipimpin oleh ketua adat setempat, lalu dilanjutkan prosesi peletakan sesaji untuk leluhur.

Sumber:
http://kesiniaja.com/wisata-indonesia/5-tempat-di-ntt-ini-wajib-kamu-kunjungi-di-2017/

Tak ada tempat lain di dunia yang memiliki danau seunik dan semencengangkan Danau Kelimutu di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Bukan cuma unik dan langka karena ada tiga danau yang saling bermesraan, tapi juga karena warnanya berbeda-beda, dan tiap danau itu sering berganti warna pula! Plus letaknya yang di atas Gunung Kelimutu,

warnanya menyesuaikan keadaan maupun kejadian di sekitarnya. Kadang hijau toska, putih susu, merah darah, biru muda, dan hitam. Warnanya bisa berubah kalau ada gempa atau aktivitas alam lain di dekatya. Misalnya, sejak Flores terkena gempa dahsyat tahun 1992, terjadi perubahan warna drastis. Dan perubahan warna tidak hanya terjadi sekali, namun berkali-kali. Faktor penyebabnya antara lain kandungan mineral dalam kawah dan aktivitas vulkanik Gunung Kelimutu.

Ada 3 danau yang mempunya masing-masing namanya:

1. Tiwu Ata Polo (64 m, 4 ha, aktif)

Warnanya pernah merah kecoklatan, pernah hijau muda, diyakini sebagai tempat bersemayam arwah orang jahat (tukang tenung)**

2. Tiwu Nuamuri Koofai (127 m, 5,5 ha, aktif),

Warnanya bisa biru, hijau muda, hijau keputih-putihan, tempat berkumpulnya arwah muda-mudi. Paling lengkap terlihat dari tugu pandang tempat pengunjung berkumpul. Dipisahkan hanya oleh tebing cadas tipis dengan Tiwu Ata Polo.

3. Tiwu Ata Mbupu (67 m, 4,5 ha, kurang aktif)

Dulu sekali warnanya putih, sekarang hitam, tempat berkumpulnya arwah orang-orang tua. Letaknya di belakang tugu pandang. Berseberangan dengan dua danau lainnya. Jika cuaca kurang cerah dan kabut tak mau beranjak, danau ini tak terlihat.

Sumber:
http://mytrip.co.id/Article/Amazing%20Indonesia/Index/321

menurut sumber yang saya baca, Masyarakat sekitar juga mulai resah karena dinding tebing yang menjadi sekat kedua danau kawah tersebut terus terkikis dan sekarang kondisinya sudah tidak setebal dulu lagi. Jika suatu hari dinding tebing tersebut ambruk dan kedua air kawah ini bercampur maka mereka yakin bahwa dunia juga akan berakhir. Kadang kehadiran berbagai mitos pada suatu destinasi wisata seperti inilah yang membuat nama kawasan tersebut kian melambung. Terlepas dari benar tidaknya mitos yang dianut masyarakat sekitar, danau Kelimutu memang sangat cantik dan menarik untuk dikunjungi. Tak heran jika banyak wisatawan lokal maupun mancanegara datang ke Ende hanya untuk melihat keindahan danau Kelimutu.

Indonesia merupakan sebuah negara dengan banyak pusat wisata, dan Danau Kelimutu yang terletak di pulau Flores, merupakan tempat yang menjadi tujuan wisata orang-orang baik di dalam maupun di luar negeri. Yang membuat danau yang ada di gunung dengan nama sama di Desa Pemu, Kelimutu ini adalah karena ketiga danau yang ada dalam satu kawah ini memiliki tiga warna yang berbeda-beda.

Pertama kali kelimutu diketemukan oleh warga Belanda keturunan Lio, bernama Van Such Telen (Blasteran antara Belanda-sang Ayah dan suku Lio-sang Ibu), tahun 1915 (Wikipedia). Keindahannya dikenal luas setelah Y. Bouman melukiskan dalam tulisannya tahun 1929. Sejak saat itu wisatawan asing mulai datang menikmati danau yang dikenal angker bagi masyarakat setempat. Mereka yang datang bukan hanya pencinta keindahan, tetapi juga peneliti yang ingin tahu kejadian alam yang amat langka itu. Kawasan Kelimutu telah ditetapkan menjadi Kawasan Konservasi Alam Nasional sejak 26 Februari 1992.

Gunung Kelimutu (1640 mpdl) tumbuh didalam kaldera Sokonia atau Tubuss bersama dengan gunung Kelido (1641 mpdl) dan gunung Kelibara (1630 mpdl). Ketiganya membangun kompleks yang bersambungan kecuali gunung Kelibara yang terpisah oleh lembah dari kaldera Sokonia. Dari ketiga gunung tersebut, gunung Kelimutu merupakan kerucut tertua dan masih menunjukkan aktivitas vulkanologi sampai sekarang yang merupakan kelanjutan dari kaldera Sokonia. Dari puncak kelimutu terdapat 3 sisa kawah besar yang mencerminkan perpindahan puncak erupsi. Ketiga sisa kawah tersebut sekarang berupa danau kawah dengan warna air yang berbeda dan ukuran diameter bervariasi, dimana ketiga danau tersebut bernama Tiwu Ata Polo (Danau Merah), Tiwu Nuwa Muri Koo Fai (Danau Biru), dan Tiwu Ata Mbupu (Danau Putih). Berdasarkan catatan gunung kelimutu meletus dahsyat pada tahun 1830 dengan mengeluarkan lava hitam Watukali, kemudian meletus kembali pada tahun 1869-1870 disertai aliran lahar dan membuat suasana gelap gulita disekitarnya dimana hujan abu dan lontaran batu hingga mencapai desa Pemo (Sumber: Direktorat Vulkanologi Ditjen Geologi dan Sumber Daya Mineral, 1990). Tercatat 11 kali aktivitas vulkanik di Taman Nasional Kelimutu sejak 1830-1997.

Setiap danau memiliki luas area dan kedalaman yang berbeda. Tiwu Ata Polo memiliki luas 4Ha dengan kedalaman 64 m, Tiwu Ata Mbupu memiliki luas 4.5Ha dengan kedalaman 67 m, dan Tiwu Nuwa Muri Koo Fai memiliki luas 5.5Ha dengan kedalaman 125 m

Suku lio di Flores percaya bahwa Danau Kelimutu menyimpan aura mistis dimana merupakan tempat persemayaman terakhir dari jiwa-jiwa orang yang meninggal. Danau berwarna biru atau “Tiwu Nuwa Muri Koo Fai” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal. Danau yang berwarna merah atau “Tiwu Ata Polo” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dan selama ia hidup selalu melakukan kejahatan/tenung. Sedangkan danau berwarna putih atau “Tiwu Ata Mbupu” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal.

Pati Ka Du’a Bapu Ata Mata, merupakan acara adat yang diselenggarakan suku Lio di Flores untuk menghormati nenek moyang dimana diselenggarakan setiap tanggal 14 Agustus (tentatif). Suku Lio mempersembahkan berbagai makanan kepada leluhur sebagai tanda ungkapan terima kasih atas berkat tahun lalu dan berdoa untuk mendapatkan berkat tahun selanjutnya. Acara ini dimulai persiapan dan berkumpul di area parkiran, diikuti tracking menuju Tiwu Ata Polo dimana terletak altar mezbah batu, tempat diletakkannya segala persembahan makanan dan pusat acara ritual berlangsung.

Danau Kelimutu|579x376

Danau Kelimutu adalah danau yang berlokasi di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur populer lantaran menjadi gambar pada uang pecahan Rp 5.000. Bahkan hingga kini Danau Kelimutu pun masih populer karena keajaiban yang dimilikinya yaitu bisa berubah warna. Sejak tahun 1915 hingga 2011 tercatat sebanyak 44 kali air di danau ini mengalami perubahan warna.

Perubahan warna Danau Kelimutu diduga karena perubahan gas gunung api. Selain itu, diperkirakan juga karena zat besi dalam fluida yang menghasilkan warna merah dan cokelat tua. Sementara warna hijau disebabkan biota alam yang berada di dalam danau.

Gunung Kelimutu adalah gunung berapi yang terletak di Pulau Flores, Provinsi NTT, Indonesia. Lokasi gunung ini tepatnya di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende. Gunung ini memiliki tiga buah danau kawah di puncaknya. Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna.

Gunung Kelimutu|600x359

Sejak pertama kali ditemukan oleh seorang komandan militer Belanda bernama B. van Suchtelen pada tahun 1915, Kelimutu mulai menyambut ketenarannya terutama setelah Y. Bouman melukiskannya lewat tulisan di tahun 1929.

Karena tulisan tersebut, mulai banyak wisatawan, terutama wistawan asing yang datang demi menikmati keindahan danau. Keindahan dan keunikan tiga warna dari danau ini tidak hanya menarik perhatian wisatawan, tapi juga peneliti yang merasa kurangnya literatur ilmiah tentang danau ini. Bagi masyarakat sekitar Kelimutu, danau ini tidak lebih dari danau yang angker karena legenda masyarakat yang ada di kawasan tersebut.

Gunung Kelimutu|690x387

Nama Kelimutu sendiri dipercaya adalah gabungan dari kata keli yang memiliki arti gunung, dan kata mutu yang berarti mendidih. Secara harfiah, Kelimutu dapat diartikan sebagai “gunung mendidih” dengan warna air yang berbeda. Warna-warna yang ada adalah biru, merah, dan hijau.

Nama dari danau yang berwarna biru adalah Tiwu Ata Bupu/Mbupu yang berarti “danau orang tua”. Sedangkan untuk danau warna hijau namanya Tiwu Nuwa Muri Koo Fai, yang memiliki arti “danau muda-mudi”. Danau yang terakhir dan memiliki warna merah disebut Tiwu Ata Polo, danau sihir.

image|690x340

Di Gunung Kelimutu ada upacara yang cukup mistis, upacara itu dilakukan di Danau Kelimutu. di Ende, Nusa Tenggara Timur, karena masyarakatnya percaya dengan hal-hal yang berkaitan dengan alam dan “penguasanya”. Upacara tersebut bernama Pati Ka Du’a Bapu Ata Mata. Sesuai dengan namanya, Pa’a Loka, upacara itu berarti memberi makan arwah.

Digelar sejumlah atraksi setiap tahun, yakni pada 14 Agustus untuk memberi makan para leluhur. Upacara memberi makan arwah dilakukan tetua adat atau mosalaki. Oleh karena itu, apabila anda ingin melihat keindahan alam danau kelimutu sekaligus menyaksikan kekayaan budayanya, anda bisa nerencanakan datang di tanggal tersebut.

image|640x300