Kemudian pada masa Perang Dunia II sempat diambil alih oleh pasukan Jepang dan dijadikan tempat eksekusi tawanan perang. Pada tahun 1947 sampai dengan tahun 1961 gedung ini berubah fungsi menjadi rumah sakit jiwa, kemudian berubah fungsi lagi menjadi pusat fasilitas psikiatris hingga akhirnya ditutup pada tahun 1971
Bekas bangunan rumah sakit yang saat ini hanya menjadi salah satu situs sejarah di kawasan Sai Ying Pun ini kemudian dikenal sebagai tempat angker. Banyak penduduk sekitar yang melaporkan penampakan hantu-hantu tanpa kepala yang terlihat menghantui lorong-lorong rumah sakit, arwah pria berwajah seram di lantai dua yang terbakar, hingga suara-suara langkah kaki dan gemuruh misterius yang konon sering terdengar.
sumber