Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Pulau Sentinel, tanah dari suku yang menolak peradaban modern

Halo sobat diskusi :wink:,

8814390_201606091111020392|360x360

Pulau sentinel utara, pulau ini sering disebut-sebut sebagai pulau pencabut nyawa di Samudera Hindia. Dari atas, pulau ini terlihat sangat indah, pantai yang sangat menakjubkan dan juga hutan yang lebat. Namun reputasi penghuni pulau ini sangatlah menakutkan. Para pendatang yang berusaha mendekat ke pulau ini akan diserang oleh misterius. Konon, mereka menentang keras adanya peradaban modern. Contohnya saja pada 2006, suku ini menewaskan dua orang yang sedang memancing di dekat pulau. Suku ini terkenal dengan senjata panah api dan melempar batu pada apapun yang mendekat mulai dari perahu hingga pesawat atau helicopter yang sedang terbang rendah untuk mengintai pulau tersebut. Gimana nih pendapat menurut sobat diskusi? Ada yang pernah mendengar nama suku yang tinggal di pulau tersebut?

18

Suku Sentinelese ini benar-benar terisolasi dari dunia luar. Suku ini juga terkenal dengan kekejamannya. Bahaya sekali untuk mendekat ke pulau tersebut. Sikap permusuhan mereka terhadap orang luar jelas ditampakkan. Mereka jarang di terfoto dari jarak dekat, dan hampir tidak pernah terekam di video. Sebagian besar foto dan potongan video berkualitas jelek. HIngga Pemerintah India menetapkan, siapapun yang pergi ke sana untuk melakukan kontak dengan Sentinelese adalah kejahatan. Adalah ilegal pergi dalam jarak tiga mil dari pulau. Mengerikan ya?

sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20150423124837-269-48728/misteri-suku-sentinel-pencabut-nyawa-di-samudera-hindia

Suku yang tinggal di pulau tersebut bernama suku sentinelese. Dalam dokumen Arab dan Persia ratusan tahun lalu juga menjelaskan mengenai keberadaan penghuni pulau Andaman ini. Konon, penghuni yang ada di pulau tersebut merupakan suku-suku yang terkenal ganas. Para penjelajah asal India dan Eropa pun enggan untuk mendekati pulau itu karena malas untuk berurusan dengan suku penghuni pulau. Dan seorang Marco Polo yang terkenal sekalipun juga menuliskan pendapatnya, bahwa suku tersebut merupakan yang paling kejam dan sepertinya sering memakan orang yang ditangkapnya.