
Nama Piket Nol sendiri diambil karena pada masa penjajahan, jalur ini selalu dipakai pemerintah kolonial untuk memeriksa setiap angkutan yang membawa hasil bumi. Jalur ini dipilih karena dapat menghubungkan dua daerah dengan waktu yang relatif lebih cepat. Selain itu, karena letaknya di lereng gunung dengan pemandangan yang indah membuat jalur ini menjadi favorit. Di sana juga terdapat banyak gubuk bambu yang telah disediakan untuk menikmati pemandangan. Tetapi, di balik keindahan yang dimilikinya, jalur Piket Nol ternyata juga menyimpan cerita misteri. Sebagian masyarakat menyebut angker tepat pada jembatan lama yang ada di jalur itu. Jembatan itu kini tidak lagi berfungsi. Lalu apa kisah misteri dibalik Piket Nol ini?