
Desa Trunyan memiliki sebuah kuburan yang unik. Jenazah di kuburan ini tidaklah dikubur ataupun dikremasi seperti adat ngaben bali pada umumnya, tetapi dibiarkan begitu saja di atas tanah. Mayat-mayat ini hanya ditutup ancak saji yang terbuat dari dedaunan. Tapi anehnya, tidak ada bau bangkai tercium di sini sama sekali. Padahal tengkorak dan tulang-belulang berserakan di banyak tempat. Dan tidak ada juga aroma bunga kamboja seperti yang umum tumbuh di pemakaman. Sobat diskusi ada yang pernah mendengar kisah mengenai tempat ini?