Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Misteri Gunkanjima - Pulau Hantu

images-2|690x246

Negeri Sakura, Jepang masih menyimpan misteri. Pulau ini terletak di daerah Nagasaki. Dahulu, Gunkanjima sempat dihuni oleh penduduk yang merupakan pekerja tambang pada tahun 1887-1974. Gunkanjima juga digunakan sebagai tempat penambangan batubara oleh Mitshubishi. Lalu, batubara kalah saing dengan minyak bumi, akhirnya Mitshubishi menutup tambang dan karyawan kembali ke kampung halamannya. Sejak itu, Gunkanjima menjadi pulau yang tidak berpenghuni, Bahkan dikenal sebagai pulau hantu. Setelah itu, Pelayaran menuju ke pulau yang bernama asli Hashima dilarang. Mengapa demikian?

18

menurut artikel yang saya baca, Gunkanjima merupakan pulau yang makmur karena kekayaan batu baranya. Mitsubishi Corporation yang mengelola penambangan batu bara di sini, benar-benar membuat Gunkanjima menjadi kota yang kaya dan padat penduduk, padahal luas pulau ini kurang dari 1 km2. Untuk mengakomodasi para penambang, sepuluh kompleks apartemen dibangun di atas batu kecil - sebuah labirin tinggi dihubungkan dengan halaman-halaman, koridor, dan tangga. Ada sekolah, restoran, dan game rumah, semua dikelilingi oleh tembok pelindung. Pulau ini dikenal sebagai "nashi Midori Shima," pulau tanpa warna hijau. Tahun 50-an jumlah penduduk mencapai 6000 orang, ini merupakan pulau terpadat penduduknya di dunia pada masa itu. Tapi tambang batu bara yang terus dikeruk hingga ke dasar laut, lama kelamaan habis dan pulau pun ditutup.

Sehingga pulau yang tak memiliki tumbuhan hijau ini pun lama kelamaan mati. Lima puluh tahun kemudian, pulau ini mirip pulau hantu, apartemen2 mulai runtuh. Tahun 1974-2009, pulau ini dinyatakan tertutup dari pengunjung. Namun baru-baru ini muncul ketentuan baru, pulau unik ini dibuka untuk wisatawan. Pulau ini pun didaftarkan sebagai Situs Warisan Dunia Unesco.