Kawah Ijen mempunyai komplek lubang fumarola yang cukup besar dengan terperatur lk. 600 derajad celcius. fumarola terjadi karena ada uap dan gas sedang solfatara terjadi kandungan gas SO2 dan H2S dengan volume cukup banyak lalu keluar ke permukaan bumi bercampur dengan udara dengan tekanan cukup kuat maka terjadi sublimasi belerang,maka solfatara bisa juga disebut lubang keluarnya belerang dan ini adanya hanya di gunung api. Blue Fire (api biru) yang berada di Kawah Ijen terjadi karena lubang solfatara dengan temperature cukup panas (lk 600 derajad celcius) membakar belerang yang berada didekat lubang solfatara sedangkan batu belerang (diambil penambang) terjadi dengan temperature 160 – 200 derajad ,makanya untuk mendapatkan batu belerang diatur dengan pipa (mengatur suhu). Di dasar kawahpun sebenarnya juga menghasilkan belerang cukup besar hal bisa diketahui dengan menggunakan alat (eco sonding).
baca artikel