Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Loge de Vriendschap

hmm|690x246

Gedung Loge de Vriendschap di Surabaya, Jawa Timur. Sayang, tak banyak orang tahu sejarah bangunan yang kini menjadi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN). BPN Karena seramnya tempat tersebut, sekarang Kantor BPN pindah ke daerah Balongsari. Alasan mereka pindah, salah satunya adalah karena gangguan makhluk astral di situ. Dahulu, gedung ini dijadikan sebagai tempat memanggil roh orang mati oleh menir-menit Belanda. Salah satu bangunan sejarah yang diterapkan pemerintah sebagai cagar budaya adalah Gedung Loge de Vriendschap. Gedung ini berdiri di Jalan Tunjungan 80, tepatnya berada di sebrangnya Hotel Majapahit yang memiliki nilai sejarah perjuangan arek-arek Suroboyo di zaman penjajahan.

17

Ada banyak bangunan sejarah di Surabaya, yang dikenal masyarakat, hanya sekadar peninggalan Belanda. Itu pun dikenali dari bentuk bangunan dan prasasti yang ada di bangunan tersebut. Sebab, Surabaya kini lebih banyak dihuni masyarakat urban. Bahkan, bangunan-bangunan sejarah itu sudah tak terlihat karena dihimpit bangunan pertokoan dan perkantoran berdiri berderet. Salah satu bagunan sejarah yang ditetapkan pemerintah sebagai cagar budaya adalah Gedung Loge de Vriendschap. Gedung ini berdiri di Jalan Tunjungan 80, tepatnya berada berseberangan dengan Hotel Majapahit yang juga memiliki nilai sejarah perjuangan Arek-arek Suroboyo di zaman penjajahan.

Dari artikel yang saya baca, "Loge de Vriendschap itu tempat perkumpulan aliran kebatinan orang-orang Belanda yang sudah ada di Surabaya sejak tahun 1809," kata Sutarji (46), membuka percakapan di sebuah warung kopi yang berada tepat di depan kiri Gedung Loge de Vriendschap (kantor BPN Surabaya). salah satu misteri yang muncul adalah logo yang ada gedung tersebut, Logo yang dikelilingi lingkaran warna merah itu mirip dengan aliran yang pernah dilarang keras oleh Pemerintahan Soekarno (presiden pertama RI). Kalau dari buku yang pernah saya baca, di tengah mistar dan jangka itu bergambar huruf G, bukan jabat tangan.

baca artikel selengkapnya