Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Keabadian Yudistira

yudis|690x246

Keampuhan Yudistira versi Jawa datang pasca perang. Setelah Pandhawa memenangkan perang Barataayuda, mereka hidup dengan tenang. Setiap dari Pandhawa telah mempunyai kebahagiaannya masing-masing. Sayangnya, kisah pilu malah merundung Yudistira. Diceritakan bahwa keempat saudaranya telah memasuki Nirwana. Lalu, Yudistira akhirny pun mendaki gunung tertinggi dan melomat dari gunung itu guna menghujam tanah. Konon, perjuangannya untuk meregang nyawa membuatnya naik hingga pintu nirwana dan menjatuhkan diri ke bumi. Nihil. Ia tetap saja hidup. Bagaimana menurut kalian?

18

menurut sumber yang saya baca, Dalam pewayangan, Bisma dianugrahi oleh Dewa dengan kehidupan yang boleh dikatakan abadi. Anugrah tersebut telah dia dapatkan setelah melakukan pengorbanan panjang. Namun, keabadian tersebut dapat langsung sirna apabila ia menghendaki kematian. Oleh sebab itu, Bisma tidak segera meninggal meskipun hujan panas menembus tubuhnya. Dengan begitu, tubuhnya seperti terkunci dan tidak dapat bergerak.

Maklum saja, ia masih ingin melihat bagaimana perang Baratayuda selesai. Sedangkan Yudistira versi Jawa adalah keabadian yang tidak ada ujungnya. Kemungkinan besar, kemampuannya hampir seperti Pancasona. Seseorang akan hidup kembali selama menyentuh tanah. Meskipun dapat diakali dengan mati layaknya Resi Subali, namun hal itu tidak berpengaruh pada Yudistira.