Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Jembatan Kaca di Indonesia

AN Andika Alfarizi 9 years ago

image|690x517

Fungsi utama sebuah jembatan memang untuk menghubungkan dua daratan yang terpisah. Namun, kini, ada manfaat lain di balik sebuah jembatan: sebagai lokasi foto atau selfie.

Bisa jadi memang karena lokasi jembatan itu sehingga menghadirkan lanskap yang menakjubkan. Atau, konstruksi jembatan yang benar-benar berbeda sehingga terkesan unik dan menantang.

Beberapa tahun lalu, kita dikejutkan dengan dibukanya jembatan kaca terpanjang di dunia: Jembatan Kaca Hongyagu. Jembatan yang berlokasi di Shijiazhuang, Provinsi Hebei, China ini membentang sejauh 288 meter dengan lebar 2 meter.

Namun, bagi kamu yang nggak punya terlalu banyak modal untuk ke China, nggak usah khawatir. Sebab, Indonesia juga punya jembatan kaca dengan sensasi yang tak kalah menakjubkan dan sama-sama bikin dengkul lemas!

Yaitu di Jembatan Kaca Pantai Nguluran, Gunungkidul, Yogyakarta. Jembatan kaca di Pantai Nguluran, Girikarto, Panggang, Gunungkidul, Yogyakarta, memang lagi hits banget di media sosial.

Banyak warganet mengunggah foto jembatan yang dibangun di bibir jurang Pantai Nguluran tersebut.

Meski terlihat indah, namun ada sensasi 'mengerikan' karena jembatan tersebut hanya beralaskan sebuah kaca.

Dilansir TribunTravel.com dari Tribun Jogja, jembatan kaca tersebut akan dibuat sebuah resort pribadi.

Sehingga untuk menuju ke akses jembatan kaca tersebut harus meminta izin terlebih dahulu.

Namun untuk sementara, jembatan kaca masih dibuka untuk umum dengan biaya sebesar Rp 5.000.

Traveller ada info lainnya?

21

image|690x690

Salah satu yang saya ketahui adalah Jembatan Kaca di Kampung Warna-warni-Tridi, Malang, Jawa Timur. Jembatan kaca ini menghubungan dua kampung yang namanya kian moncer sebagai destinasi wisata di Jawa: Kampung Warna-warni dengan Kampung Tridi.

Jembatan yang menghubungkan dua kampung tersebut resmi dibuka untuk umum pada 2017 oleh Wali Kota Malang, M Anton.

Munculnya jembatan kaca menjadi fasilitas baru bagi warga sekaligus alternatif bagi pengunjung atau wisatawan. Jembatan yang didominasi warna kuning emas tersebut memiliki ukuran panjang 25 meter dan lebar 1,25 meter, pada ketinggian 9,5 meter.

Jembatan tersebut pun diperkirakan dapat menampung sekitar 50 orang dengan beban berat 250 kilogram. Meski namanya jembatan kaca, namun tidak seluruh lantai jembatan terbuat dari kaca. Lantai kaca hanya ada pada bagian tengah-tengah lantai jembatan.