
Backpacking memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Tak jarang ada yang berani menjual aset seperti rumah dan kendaraan lalu digunakan untuk biaya keliling dunia. Sayangnya kini malah marak backpacker asing dari barat yang justru mengemis di negara-negara miskin dan berkembang demi mewujudkan mimpi mereka keliling dunia.
Fenomena ini disebut beg-packers seperti diberitakan dari Dailymail pada Rabu (12/4/2017). Anehnya lagi para beg-peckers ini berasal dari negara-negara maju yang memiliki kesejahteraan lebih baik dibandingkan dengan negara-negara yang mereka kunjungi. Kalian mungkin pernah bertemu dengan turis yang menjajal pekerjaan pedagang kaki lima di lampu merah.
Anda pernah bertemu dengan beg-packers ini? Yuk diskusikan disini!
