Tur Desa Wisata Batik Kayu
Bagi yang datang ke Desa Wisata Batik Kayu, mereka tak hanya bisa melihat dan membeli hasil kerajinan warga setempat. Para pengunjung desa wisata ini juga bisa menjajal membuat batik kayu dan membawa pulang hasil karya mereka, bahkan bagi yang belum puas, tersedia pula fasilitas homestay di rumah-rumah penduduk.

Tak hanya belajar membatik, para wisatawan juga akan diajak untuk mengamati kebudayaan yang ada di sekitar, seperti tari-tarian dan seni gamelan, plus menikmati kuliner khas Krebet, seperti mangun dan gudeg manggar, yang terbuat dari putik kelapa.
Dari Sudut Desa Bantul Tembus Pasar Eropa
Sebagian besar warga Indonesia mungkin masih asing dengan batik kayu, namun diam-diam hasil karya warga Krebet ternyata sudah bergaung hingga ke Eropa. Hal tersebut dengan bangga diakui oleh Yulianto, yang menyatakan bahwa produk di wilayah mereka sudah memenuhi standar untuk kualitas ekspor.

Terkait pola yang digunakan dalam kerajinan, kebanyakan terinspirasi dari motif batik klasik Jogjakarta seperti parangbarong, kawung, maupun garuda, yang sudah sedikit dimodifikasi. Namun demikian, pemesan juga diperbolehkan mengajukan permintaan motif khusus dari Maluku, Sumatra, maupun daerah lainnya asalkan bisa memberikan gambaran desain yang jelas.

Untuk bisa menuju Dusun Krebet, cukup menempuh perjalanan sekitar 15 kilometer dari Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Sepanjang perjalanan hingga sampai di tempat tujuan, Anda bakal dimanjakan dengan suasana alam pedesaan yang masih asri dan menenangkan.