Menurut legenda, ia hidup dengan memakan tikus-tikus, sampah dan menjadi momok misterius bagi para tuna wisma yang hidup di daerah saluran pembuangan air.
Namun tidak ada satu korban jiwa pun yang jatuh, hanya saja pencarian dan pengungkapan semenjak dilaporkan adanya buaya tersebut terlihat, tidak berhasil.
Para ahli mengklaim bahwa kawasan Kota New York bukanlah lingkungan yang ideal bagi kehidupan buaya atau reptil. Namun di dalam buku “The World Beneath the City”, Robert Daley, di salah satu babnya memberikan judul “Alligators in the Sewer (Buaya di Dalam Got),” berdasarkan wawancara dengan Teddy May, yang menjadi komisaris polisi selama 30 tahun.
Dalam bab tersebut diceritakan bahwa May telah melihat buaya berukuran sepuluh kaki dengan mata kepalanya sendiri, dan beberapa cerita para pekerja pembersih saluran air yang ketakutan melihat buaya albino berenang ke arah mereka. Maka pencarian pun dilakukan namun tidak menghasilkan apa-apa.
Sumber