
Saya mengunjunginya ketika pertama kali jalan-jalan ke Bangkok. Bersama teman dari Italia, saya menuju Phra Nakhon District dengan bus. Cara menuju ke sana bisa lihat di sini. Di bus, hanya kami orang asing dan selebihnya warga lokal. Lebihnya puluhan lho! Bus berhenti tak jauh dari lokasi Grand Palace yang berada di tepian sungai Chao Phraya. Kami melangkah ke arah gerbang utama Grand Palace di Na Phra Lan Road. Ketika tiba, matahari sudah tergelincir ke barat. Tetapi turis yang sudah menanti di depan gerbang dan pintu Grand Palace bukan main ramainya.
Masuk ke Grand Palace harus mengenakan pakaian tertutup. Tak hanya perempuan, laki-laki juga harus menutup badannya. Jadi saya yang datang mengenakan singlet dan celana pendek terpaksa menyewa celana kain panjang dan kemeja berlengan. Kalau perempuan bisa menutupinya dengan kain panjang. Di gerbang masuk Grand Palace banyak yang menyewakan. Bahkan mereka agresif menawarkan pakaian sewaan. Sewanya 200 bath.
Setelah menutupi kaki sampai mata kaki dan ketiak, kami menuju pintu masuk. Di dekat pintu masuk ini ada konter penjualan tiket Grand Palace. Antre yang membeli tiket. Harga tiketnya 500 baht, termasuk tiket terusan ke Vimanmek Palace di daerah Dusit. Saya tak ikut antre karena teman dari Italia yang masuk antrean. Usai mendapatkan tiket ia kembali menemui saya dan dia menyerahkan tiket masuk Grand Palace termasuk tiket masuk ke Wat Pho.
Sementara di mulut pintu masuk sudah ratusan turis yang berkerumun menunggu jadwal kunjungan. Grand Palace buka dari pukul 8.30-15.30 setiap hari. Kunjungan dibagi persesi. Siang itu, kunjungan dibuka pukul 14.00 waktu Thailand. Begitu pintu masuk dibuka, semua pengunjung bergerak perlahan ke satu arah. Setelah melewati pintu masuk, barulah pengunjung berpencar mendatangi bangunan-bangunan dalam istana.
Grand Palace ini amatlah luas. Luasnya 500 x 300 meter. Ada 35 bangunan di dalamnya. Istana ini mulai dibangun pada tahun 1782, pada masa pemerintahan Raja Rama I. Istana ini berfungsi sebagai kediaman resmi Raja-raja Thailand dari abad ke-18 hingga tahun 1945. Setelah itu, itu lebih banyak digunakan sebagai tempat menggelar upacara dan ritual kerajaan. Raja Thailand pun tinggal di Istana Chitralada.
Selain istana raja, di komplek ini ada pula kuil paling suci di Thailand, Wat Phra Kaew atau Temple of Emerald Buddha. Inilah atraksi utama di Grand Palace. Letaknya di Outer Court. Jadi ada tiga bagian dalam Grand Palace ini. yakni outer court, middle court, dan inner court. Selain itu, ada Museum Coins and Decorations. Bangunan-angunan di komplek Grand Palace begitu indah dan menarik. Perpaduan arsitektur khas Thailand dan gaya neo-Baroque. Dekorasinya sangatlah rumit.
[details=""]
Source : jokka2traveller
[/details]
Ada yang pernah kesini juga?