Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Kenapa Drama Korea lebih digemari dibanding dengan Drama Indonesia?

image|626x417

Tidak bisa kita pungkiri lagi, saat ini banyak orang khususnya para remaja lebih menyukai nonton drama korea (Drakor) dibanding dengan drama Indonesia. Misalkan ada drakor yang sudah tamat, bahkan tidak sedikit yang rela begadang untuk menuntaskan episode dalam drakor tersebut.

Menurut kamu apasih yang membuat drakor begitu digemari oleh kalangan remaja? Yuk utarakan pendapat kamu!

83

Saya termasuk penggemar drama korea. Beberapa alasan saya mengapa menggemari drama korea adalah alurnya yang menarik, penuh totalitas dalam proses shootingnya, make up karakter yang real (dalam drama zombie seperti Kingdom), dan memberikan pengetahuan yang belum kita ketahui sebelumnya seperti dalam drama tentang kedokteran dan hukum.

Menurut pendapat saya, k-drama sendiri lebih memiliki genre yang bervariasi. Mereka tidak hanya berfokus mengangkat kisah romansa percintaan saja, namun juga social issues atu bahkan mental health issues. Lalu selanjutnya, alur yang terkadang tidak mudah ditebak dan di akhir episode memiliki plot twist yang mantap juga membuat daya tarik tersendiri bagi penontonnya. Selain itu, episodenya juga tidak banyak seperti sinetron/drama indonesia dimana hingga mencapai angka ratusan. Hal ini membuat saya dan mungkin teman-teman lainnya rela begadang untuk marathon / binge-watching k-drama tersebut. Last but not least, cinematography yang dihadirkan serta visual effects-nya terlihat lebih real.

Banyak drama-drama korea yang digemari termaksud Indonesia sebagai distribusi penonton terbesarnya karena jumlah episode tidak banyak seperti drama indonesia, alur ceritanya masih dipahami dan memikat penontonnya, sponsor dalam iklan yang tidak mendetail tapi ditampilkan secara kreatif sesuai dengan jalan cerita film, dan totalitas baik aktor maupun set dalam drama.

Tapi drama Indonesia juga semakin maju juga digemari diaplikasi film, khususnya generasi millenials. Karena kalau memlalui aplikasi drama indonesia tidak di kejar-kejar jam tayang seperti disiarkan TV, jumlah episode yang tidak banyak sehingga alur cerita dimengerti, dan peraturan diapikasi film tidak seribet Tv.

[date=2021-09-09 time=10:26:00 timezone="Asia/Jakarta"]
KK Sosmed Podcast - Elisabeth Maranatha

Drama Korea memiliki kualitas yang dapat dibilang sangat bagus dan tidak diproduksi secara asal-asalan. Hingga saat ini, saya belum menemukan drama Indonesia yang menyerupai drama Korea. Saya merasa bahwa drama Korea lebih mendahulukan aspek kualitas cerita dibandingkan dengan rating penayangan. Setelah melihat proses pembuatan drama Korea di YouTube, satu hal yang saya sadari, tim produksi benar-benar membuat riset untuk setiap pekerjaan yang muncul di drama tersebut. Saya pikir hal ini menjadi faktor penting yang akan membangun citra realistis dalam drama yang ditayangkan. Utamanya apabila pekerjaan tersebut memerlukan istilah-istilah yang tidak banyak diketahui oleh orang pada umumnya.

Tidak hanya unggul dalam kualitas, jalan cerita yang masuk akal dan plot yang ditawarkan pun menarik, tidak mudah membuat penonton bosan. Kalau pun bosan, ada banyak pilihan genre lain yang bisa ditonton. Bumbu drama Korea yang menurut saya apik selanjutnya adalah bagaimana dalam satu drama, tidak hanya berfokus pada pemeran utama saja, tetapi juga mengembangkan cerita untuk para pemeran pendukungnya. Bagi saya, ini merupakan tawaran emas karena saya tidak melulu disajikan dengan masalah si pemeran utama. Cerita di drama Korea dikemas dengan baik dalam jumlah episode yang wajar. Plot-nya teratur dan tidak menyebar ke segala arah yang tidak penting.

Drama Korea banyak mengangkat issue yang sedang banyak dibicarakan oleh masyarakat, mulai dari politik, kehidupan idol, social issue, masa remaja, hingga mental health. Di samping itu banyak hal-hal baru yang dapat dipelajari dari menonton drama Korea. Lagi-lagi, hal ini merupakan hasil dari riset tim produksi mereka. Drama Korea tidak hanya menghibur penontonnya, namun juga memberikan pengertian dan pengetahuan baru tentang kehidupan.

Jadi, saya rasa dapat dikatakan drama Korea memang lebih digemari dan unggul dibanding drama Indonesia.

Ada banyak alasan seperti alur cerita menarik dan tidak mainstream (ga seperti sinetron Indonesia yang alurnya sering ketebak), aktor dan aktris yang berbakat serta good looking. Selain itu latar tempat, fashion, makanan yang menarik juga membuat orang-orang ga bosen nontonin drama Korea

Menurutku alur cerita di drakor tidak sulit ditebak alias banyak plot twist dan jika dibandingkan drama Indonesia yang jalan ceritanya sudah terlihat serta konfliknya yang terkesan itu itu saja. Drakor juga memiliki banyak genre yang menarik dan variatif seperti psikologi, keluarga, kedokteran, persahabatan, dan lainnya yang tidak melulu soal cinta. Aktor dan aktris dalam drakorpun berganti-ganti/variatif dengan peran yang berbeda bahkan bisa sampai 180° dr 1 drama ke drama lainnya, sehingga tidak mudah bosan. Episode yang dikemas singkat (sekitar 6-12 episode dlm 1 series) tidak membuat jalan cerita di drakor bertele-tele, berbeda dengan drama Indonesia yang sampai ratusan bahkan ribuan. Penggunaan properti yang maksimal dan totalitas, serta efek green screen yang apik menambah nilai plus dan keaslian dari cerita di drama Korea.

Menurut saya, drama korea lebih diminati di kalangan remaja karena yang pertama, dari segi alur cerita dari drama korea sangat menarik dan tidak biasa. Tidak seperti sinetron yang ada di Indonesia yang bahkan satu judul saja bisa memiliki ratusan episode, drama korea umumnya hanya memiliki 16 episode. Sebagai remaja yang lebih prefer untuk menonton drama korea daripada drama/ sinetron Indonesia, suka dengan alur cerita yang tidak terlalu bertele-tele maupun acting dari para pemain yang tidak terlalu berlebihan atau terkesan lebay. Selain itu, visual dari para aktrs/aktor Korea juga menjadi salah satu faktor mengapa drama tersebut lebih digemari.

Meskipun saya bukan pecinta drama korea maupun drama Indonesia. Tapi saya coba mengemukakan pendapat saya mengenai hal ini berdasarkan pendapat orang-orang di sekitar saya, pertama kualitas yang diberikan drama korea dinilai lebih baik dibandingkan sinetron atau drama di Indonesia, kedua alur yang diberikan lebih variatif dan sulit ditebak, ini menjadi alasan mengapa banyak orang lebih menggandrungi k-drama daripada drama lokal.

Menurut saya, karena dari segi alur ceritanya yang setiap drama di korea berbeda satu dengan yang lain, dalam artian alur ceritanya di setiap drama tidak mainstream dan susah ditebak. Untuk segi episodenya sendiri, episodenya tidak terlalu banyak, drakor yang episodenya terbanyak yang pernah saya tonton hanya berjumlah 52 episode. Sedangkan, drama indonesia episodenya bisa menjadi ribuan hingga cerita yang awalnya menarik dibuat hingga ceritanya tidak masuk akal.