Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Film biografi Apa yang terbaik di Indonesia?

R.A. Kartini (1984)

750xauto-11-kartini-indonesia-masa-kini-yang-moncer-di-bidangnya-masing-masing-1504207|690x350

Film yang dibuat berdasarkan buku R.A. Kartini karya Alm. Sitisoemandari Soeroto menceritakan bagaimana perjuangan seorang Kartini dalam memperjuangkan hak kaum wanita di Indonesia. Alur pada film ini cukup lengkap, dengan latar serta akting pemain yang sangat mendukung. Film ini disutradarai oleh Sjumandjaja dan dibintangi oleh Yenny Rachman, Bambang Hermanto dan Adi Kurdi, dan beberapa artis lainnya.

Soekarno (2013)

wAeE44Q7tSuKMUxRU1UCQnbtAHg|690x350

Film yang menceritakan tentang Ir Soekarno mulai dari dia lahir hingga meninggal, termasuk juga bagaimana ia berjuang dalam perpolitikan Indonesia yang akhirnya ia berhasil mengumumkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 dan disaksikan seluruh masyarakat Indonesia. Film ini dibintangi oleh Ario Bayu, Lukman Sardi, dan Maudy Koesnaedi, dan artis-artis lainnya.

22

Jendral Soedirman

Jendral Soedirman|690x350

Film ini tayang pada tahun 2015 dan mengundang Adipati Dolken untuk memerankan tokoh Jendral Soedirman. Acting Adipati cukup baik dalam film ini. Alurnya juga cukup detail. Film ini menceritakan bagaimana Jendral Soedirman mengatur strategi untuk melawan penjajah walaupun dalam keadaan sakit dan dengan kondisi yang serba terbatas. Dengan penyakit yang diderita oleh Jendral Soedirman, beliau tetap gigih dan kuat untuk merencanakan strategi dan berperang melawan penjajah. Semangat dan kegigihan Soedirman seharusnya bisa menjadi panutan untuk anak-anak remaja saat ini. Tidak pantang menyerah dan mensyukuri apa yang dimiliki membuat Soedirman menjadi salah satu pahlawan yang saya idolakan.

Sinopsis/ Cerita Film Jenderal Soedirman. Sebuah film tentang sejarah dan patriotisme berjudul Jenderal Soedirman akan segera diputar di seluruh gedung bioskop Indonesia. Sesuai dengan judulnya, film Jenderal Soedirman ini akan mengangkat cerita perjuangan seorang Jenderal Soedirman melawan penjajah meskipun dalam keadaan sakit keras.

Meskipun sempat ditolak oleh beberapa Production House (PH) besar karena kisah Jenderal Soedirman dianggap tidak menguntungkan karena tidak memiliki love story, namun sang sutradara Viva Westi tak patah semangat untuk melanjutkan film ini hingga selesai.

Berikut sinopsisnya :

"Jenderal Soedirman" berkisah tentang sang Jenderal Besar Soedirman yang memimpin gerilya untuk menghadapi agresi militer Belanda II. Dia memimpin gerilya untuk menunjukkan pada dunia bahwa TNI masih ada dan akan terus mempertahankan kedaulatnnya.

Jenderal Soedirman dengan tim kecil yang terdiri dari tentara dan dokter pribadinya melakukan perjalanan ke arah selatan dan memulai perlawanan gerilya selama 7 bulan. Di saat itu para pemimpin politik sedang berlindung di Keraton Kesultanan usai Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda pada Agresi Militer II.

Awalnya tim yang dipimpin Jendral Soedirman tersebut diikuti oleh Belanda, tetapi Jenderal Soedirman dan para prajuritnya berhasil lolos dan mendirikan markas sementara di Sobo dekat Gunung Lawu.

Pada waktu itu, Bung Karno dan Bung Hatta ditangkap dan diasingkan Belanda yang mengakibatkan pemerintahan lumpuh. Sementara itu, Jenderal Soedirman yang berada di hutan secara otomatis memimpin pemerintahan darurat militer bersama Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi.

Selama gerilya, dengan perintah dan strateginya, ia mampu mengomandoi aktivitas militer di Pulau Jawa termasuk Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta yang diusulkan Sri Sultan HB IX. Jenderal Soedirman menjadikan pulau Jawa sebagai medan perang gerilya yang luas dan membuat Belanda kehabisan logistik dan waktu.

Dalam film ini diceritakan bahwa Jenderal Soedirman berjuang dalam keadaan sakit parah yaitu paru-paru sebelah terluka, tetapi dengan semangatnya, sang jenderal terus melakukan perjuangan sebagai rasa cintanya pada tanah air.

Beberapa kali Jenderal Soedirman berhadapan dengan tentara Belanda, tapi mereka tidak berhasil menangkapnya. Tim gerilya yang dipimpin Jenderal Soedirman mampu membuat pasukan Jenderal Spoor frustasi walaupun mereka sudah mengerahkan armada darat dan udara karena di medan perang tidak dapat menguasai.

Kerja sama antara TNI dan rakyatlah yang akhirnya memenangkan perang, yang membuat Belanda akhirnya menghentikan agresi militernya dan mengakui kedaulatan RI secara utuh. Setelah Bung Karno dan Bung Hatta kembali dari pengasingan, Jenderal Soedirman mengembalikan pemerintahan darurat milter ke pemerintah yang sah di bawah pimpinan Soekarno Hatta.

[details="Referensi"]
http://balibackpacker.blogspot.co.id
[/details]