Gambaran rasisme di film ini sangat terlihat jelas dan nyata. Di film ini sangat terlihat bagaimana kejamnya kaum putih terhadap kaum kulit hitam. Karena begitu kejamnya rasisme di Amerika, sehingga diciptakan Green Book, buku pedoman untuk pelancong Afrika-Amerika untuk menemukan motel, restoran dan pompa bensin yang akan melayani mereka. Walaupun Tony awalnya juga cukup membenci orang kulit hitam, namun karena ia sangat membutuhkan uang, maka ia terpaksa untuk menjadi supir Don Shirley. Saat Tony pertama kali melihat Don memainkan pianonya, ia sangat kagum dengan kemampuan Don. Dan walaupun Don memiliki sifat yang bertentangan dengan Tony, Tony lama-kelamaan merasa empati dengan apa yang dialami oleh Don dan memilih untuk berteman dengan Tony. Berikut beberapa kekejaman rasisme kaum putih terhadap kaum hitam Amerika. Pertama saat Tony meminta untuk mengganti piano yang tersedia dengan piano merk Steinway yang bersih pada petugas di suatu opera, namun petugas itu menolak dan beralasan bahwa seorang negro pantas untuk mendapatkan piano yang buruk itu. Tony tidak segan-segan untuk memarahi petugas itu, memukulnya, dan memaksanya untuk mengganti piano itu dengan segera. Kedua, saat di Louisville Kentucky, Don dipukul oleh kaum kulit putih, saat ia ke suatu klub untuk minum, Tony langsung menyelamatkan Don dan membawa Don keluar dari klub, menjauhi kaum putih tersebut. Kemudian ketiga, saat Don tampil di Raleigh, North Carolina, Don dilarang oleh pemilik rumah untuk buang air kecil di rumahnya, dan menyuruh Don untuk buang air kecil di luar rumahnya di suatu WC yang sangat buruk. Keempat, saat di Macon Georgia, Don dilarang oleh pemilik toko jas untuk mencoba memakai jas yang ia inginkan, dan Don dicurigai sebagai pencuri oleh pemilik toko seorang kulit putih. Dan di Macon juga, Don dituduh sebagai seorang gay dan ditangkap oleh polisi. Kelima, saat di Memphis Tennessee, teman-teman Tony menertawakan Tony mengapa ia mau bekerja dengan Don, apakah karena kalah taruhan. Namun Don menolak tawaran pekerjaan baru dari teman-temannya tersebut. Keenam, saat di Jackson Mississippi, kepolisian memasukkan Don dan Tony tanpa alasan. Dan kepolisian menghina Don dan Tony karena memiliki darah campuran. Ketujuh, saat mereka di Birmingham Alabama, Don diberikan tempat untuk berganti baju di suatu kamar kecil yang sangat tidak layak untuk tamu opera. Don juga dilarang untuk makan di restoran tempat ia tampil itu dengan alasan mereka tidak menerima kaum kulit hitam untuk makan di restoran mereka. Bertubi-tubi Don menerima perlakuan yang sangat kejam dari kaum kulit putih, namun Don menahan semua rasa sakitnya itu. Beruntungnya ia dapat bertemu dengan Tony yang akhirnya dapat menerima ia apa adanya dan akhirnya mereka berteman selamanya hingga di akhir kematian mereka.