
Susah atau tidaknya suatu ilmu atau keahlian adalah hal yang relatif. Tiap orang mempunyai kemampuan yang berbeda-beda, dan mempunyai ketertarikan yang berbeda-beda pula.
Saya pribadi, sangat kagum ketika ada orang yang pandai memainkan alat musik, bahkan bisa mencipta lagu-lagu yang indah. Sedangkan saya sendiri sangat susah untuk dapat memainkan alat musik, apalagi mencipta lagu.
Lalu mengapa banyak orang membenci matematika ?
Mundur kebelakang, ketika pertama kali belajar matematika, guru-guru lebih sering mengajarkan rumus-rumus matematika, dan memaksa murid-muridnya untuk menghapal rumus-rumus tersebut, tanpa memberikan semacam motivasi kepada muridnya mengapa harus mempelajari matematika.
Akhirnya,matematika menjadi pelajaran yang sangat membosankan, karena selalu menghapal rumus, tanpa mengerti bagaimana menerapkan rumus tersebut dalam kehidupan sehari-hari, tanpa adanya eksplorasi lebih jauh, dan yang lebih parah, seakan-akan matematika hanya mengenal hitam dan putih, benar dan salah.

Matematika sendiri berasal dari bahasa yunani, mathemathein, yang mempunyai arti "untuk mempelajari", sehingga tujuan matematika sendiri adalah "kemampuan untuk mempelajari sesuatu".
Oleh karena itu, tidak salah apabila ada yang berpendapat bahwa segala sesuatu yang ada di bumi ini dapat dijelaskan secara matematika.
Dan seiring dengan waktu, rumus-rumus yang dipelajari pun semakin kompleks, sehingga membuat beban berpikir kita menjadi semakin berat.
Kita menyenangi sesuatu biasanya karena dua hal, yaitu mudah atau menyenangkan. Salah satu terpenuhi, sudah cukup alasan bagi kita untuk menyukainya.
Sedangkan matematika, banyak orang yang mengatakan, mempelajari matematika itu berat dan membosankan. Sehingga rasanya memang tidak ada alasan untuk menyukainya.
Hipotesa saya, mengapa banyak orang membenci matematika, karena pola atau model pendidikannya yang tidak membuat orang menyukai matematika.