Vaksin wisatawan merupakan imunisasi khusus yang diberikan kepada para wisatawan sebelum mereka pergi ke daerah yang mereka inginkan. Imunisasi merupakan salah satu cara yang efektif untuk mencegah infeksi dan perpindahan dari beberapa jenis penyakit menular tertentu.
Vaksin ini dibagi menjadi 3 kategori umum yaitu vaksin rutin, vaksin rekomendasi dan vaksin wajib.
Vaksin Rutin
Vaksin rutin merupakan imunisasi dasar yang termasuk ke dalam kebanyakan program kesehatan nasional. Vaksin-vaksin ini biasanya diberikan kepada anak-anak dan umumnya diberikan suntikan booster (pendorong) agar kekebalan yang dihasilkan dapat lebih efektif. Beberapa penyakit seperti poliomyelitis yang sudah tidak ada di negara berkembang, ternyata masih ada di beberapa orang. Yang mengejutkan adalah ternyata masih banyak orang dewasa yang tidak memperbaharui vaksinasi mereka dan bahkan ada yang tidak mendapat imunisasi sama sekali.
Oleh sebab itu, berpergian merupakan salah satu cara untuk memberikan vaksinasi kepada mereka, agar mereka tidak terjangkit penyakit dan agar mereka yang tinggal di wilayah mewabah tidak memindahkan penyakit tersebut. Ada berbagai macam vaksin rutin mulai dari campak, campak Jerman, difteri, pertusis, tetanus, polio, hepatitis B, sampai influenza B. Pada beberapa negara, vaksin untuk cacar, rotavirus, HPV, BCG dan tuberkulosis juga dimasukkan ke dalam program imunisasi rutin. Bagi beberapa golongan dengan usia tertentu vaksin influenza juga menjadi salah satu vaksin rutin.
Vaksin Rekomendasi
Vaksin rekomendasi merupakan imunisasi yang diberikan kepada mereka yang akan berpergian ke daerah dengan tingkat paparan penyakit tertentu yang tinggi. Vaksin ini sama seperti vaksin rutin, bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit ke negara lain. Kebanyakan dari vaksin ini menargetkan penyakit yang kemungkinannya tinggi di area yang padat atau kumuh. Vaksin yang termasuk ke dalam jenis ini adalah vaksin kolera, hepatitis A, rabies dan demam tifoid, dan diberikan terutama bagi mereka yang akan berpergian ke Asia dan Amerika Selatan. Penambahan vaksin ensefalitis (radang otak) Jepang diberikan bagi mereka yang berpergian ke negara Asia tertentu dan vaksin ensefalitis tick-borne kepada yang berpergian ke Rusia dan negara Baltik.
Vaksin Wajib
Hanya ada 3 macam vaksin yang merupakan vaksin wajib yaitu vaksin demam kuning, meningokokal dan polio. Dari ketiga vaksin tersebut, Peraturan Kesehatan Internasonal mewajibkan vaksin demam kuning sebagai vaksin yang harus diberikan. Para wisatawan yang berpergian ke benua Afrika dan hampir semua negara di Amerika Tengah dan Selatan diwajibkan untuk mendapat imunisasi demam kuning. Beberapa negara bahkan mewajibkan ini kepada wisatawan yang mengunjungi negara wabah demam kuning hanya untuk transit. Mereka yang sudah mendapat imunisasi demam kuning akan diberi sertifikat internasional sebagai bukti nyata. Negara Saudi Arabia mewajibkan vaksinasi meningokokal kepada mereka yang pergi ke Mekah untuk naik haji. Beberapa negara juga mewajibkan vaksin polio bagi wisatawan yang kembali dari negara yang memiliki laporan adanya poliomielitis tipe liar.
Sebaiknya, wisatawan diwajibkan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum berpergian. Anda dapat berkonsultasi mengenai hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencegah terkena infeksi serta jenis vaksin yang Anda butuhkan. Anda perlu memberi tahu mengenai detil perjalanan Anda seperti tempat-tempat tertentu yang akan Anda kunjungi, jenis akomodasi Anda di negara tersebut dan hal-hal lainnya. Risiko untuk terjangkit penyakit menular berbeda-beda tergantung dari lokasinya meskipun lokasi-lokasi tersebut berada dalam satu negara. Orang yang berpergian untuk urusan bisnis dan menginap di hotel memiliki risiko terkena penyakit yang berbeda bila dibandingkan dengan pekerja sosial yang ditempatkan di tempat kumuh dan tidak higenis pada negara yang sama.
Sumber : docdoc