
Gambar evolusi sistem imun manusia seiring dengan pertambahan usia
Perubahan Anatomik yang terjadi pada Sistem Imun ketika memasuki fase lanjut usia (lansia) antara lain :
-
Kelenjar Timus (Glandula Thymus)
Pemeriksaan anatomis menunjukkan bahwa ukuran maksimal kelenjar Timus terdapat pada usia pubertas sesudahnya akan mengalami proses pengecilan. Pada usia 40- 50 tahun jaringan kelenjar tinggal 5-10%. Diketahui bahwa Timus merupakan kelenjar endokrin sekaligus tempat deferensiasi sel limfosit T menjadi sel imunokompeten Involusi ditandai dengan adanya infiltrasi jaringan fibrous dan lemak. Sentrum Germinativum jumlahnya berkurang dan menjadi fibrotik serta kalsifikasi. Konsekwensinya kemampuan kelenjar Timus untuk mendewasakan sel T berkurang.
-
Limpa (Lien), kelenjar Limfe
Tidak ada perubahan morfologis yang berarti hanya menunjukkan turunnya kemampuan berproliferasi dan terdapat sedikit pembesaran limpa.

Disturbed B-cell function in ageing. In general, the numbers of B cells and specific antibodies (e.g., in response to vaccination) decrease with age, while total and unspecific immunoglobulin and autoantibodies increase. Some B cell clones expand, resulting in higher probability for lymphocyte malignancies.

Influence of zinc on age-related changes of immune function. Aging leads to an increase in pro-inflammatory cytokines and modulates the TH1–TH2 balance toward a TH2 response by reducing the TH-1 cytokines IFN-α and -γ and increasing IL-10. This reduces T cell help for immunoglobulin class switch and causes unspecific activation of B cells. Zinc counteracts the effects on [a] pro-inflammatory cytokines, [b] IFN-α , [c] IFN-γ , and [d] IL-10 .
Referensi :
- Hajo Haase and Lothar RinkEmail , The immune system and the impact of zinc during aging
- Prof. DR. dr. Didik Gunawan Tamtomo, PAK., MM, MKes.