Alergi adalah kejadian hipersensitivitas (terlalu peka) dari sistem kekebalan tubuh. Dalam kondisi normal, sistem kekebalan tubuh ini akan memberikan reaksi pertahanan tubuh - baik humoral yang melibatkan antibodi maupun selular yang melibatkan sel-sel T pembunuh- jika ada antigen. Artinya, tubuh tidak boleh kemasukan benda asing yang berpotensi merusak sistem tubuh.
Pada dasarnya alergi terhadap protein hewani adalah jarang terjadi, oleh karena itu kurang tepat apabila diberi naman alergi daging sapi, alergi daging ayam, dst. Hal ini mengingat manusia adalah organisme heterotrof yang tidak bisa membuat asam amino sendiri, sehingga, manusia butuh asam amino yang diperoleh dengan cara mencerna protein, baik protein dari hewan maupun dari tumbuhan.
Kemungkinan terbesar adalah alergi terhadap "material tertentu" yang ada di dalam daging. Material dalam daging yang seringkali menyebabkan alergi adalah oligosakarida. Untuk mengetahui material apa yang menyebabkan alergi, sebaiknya pergi ke dokter ahli alergi.
Oligosakarida adalah karbohidrat berbobot molekul rendah, terdiri dari tiga sampai 10 gugus gula sederhana (monosakarida). Senyawa ini digolongkan sebagai antinutrisi karena dapat menyebabkan timbulnya gas dalam perut (flatulensi). Penelitian mutakhir menunjukkan oligosakarida berguna karena dapat mencegah tumbuhnya bakteri yang merugikan dalam usus.
Nanti tubuh anda akan ditantang dengan berbagai alergen yang diambilkan dari daging yang biasa ditemukan dan biasa dimakan di sekitar kita. Secara teknis disebut dengan uji tantang, atau secara populer disebut "disuruh makan". Setelah material alergennya (penyebab alerginya) diketahui dengan pasti maka teknik menghindar dari alergen bisa dilakukan dengan lebih baik.