Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Benarkah jika mengunyah makanan hingga lumat mampu membantu membakar lemak dan kalori lebih banyak?

HA Hamka Supriadi 8 years ago

Semua orang menyukai makanan, apalagi jika makanan-makanan yang kita makan memiliki rasa yang lezat dan nikmat, namun ada yang mengatakan jika mengunyah makanan hingga lumat mampu membantu membakar lemak dan kalori banyak, benarkah itu ?

makanan enak|690x246

21

Mengunyah menjadi hal yang penting. Memang banyak orang yang kurang memperhatikan hal ini. Sebenarnya mengunyah dengan baik sangat membantu pencernaan. Bahkan saking cepatnya mengunyah ada yang hanya beberapa kali kunyahan kemudian menelan. Ternyata ditemukan fakta bahwa mengunyah akan mendapatkan banyak dampak bagi kesehatan seseorang. Fakta apakah yang kita dapat dari manfaat mengunyah makanan secara lama? Berikut pembahasannya.

  1. Makanan yang halus lebih efisien dipecah oleh enzim
    Mengunyah makanan adalah kegiatan mekanis dan kimia dalam rongga mulut. Mengunyah makanan secara mekanis adalah memecah molekul yang lebih besar menjadi partikel yang lebih kecil. Makanan menjadi lebih hangat dan lembut. Hal ini memberikan manfaat akan meningkatkan luas permukaan makanan sehingga menjadi lebih efisien dalam memecah enzim air liur.

  2. Mengunyah makanan lama untuk memastikan makanan terkena air liur
    Salah satu point penting dalam mengunyah makanan adalah mengunyah dan mencampurnya dengan air liur. Saliva dalam air liur tidak hanya membantu untuk melumasi makanan, namun juga mampu mengurangi beban kerongkongan, selain itu juga mengandung enzim yang yang berperan penting dalam proses kimiawi pada pencernaan. Semakin lama mengunyah, semakin banyak waktu untuk enzim ini membuat pencernaan lebih mudah dicerna pada perut dan usus kecil.

  3. Mengunyah makanan lama berguna untuk melemaskan otot perut bagian bawah
    Mengunyah makanan secara langsung berkaitan dengan pergerakan makanan melalui saluran pencernaan khususnya pada gerakan makanan dari perut ke usus kecil. Pada ujung bawah perut ada bagian otot yang disebut pilorus. Otot ini harus rileks agar makanan dapat mudah meninggalkan lambung dan masuk ke usus kecil. Air liur yang cukup dari pengunyahan optimal akan membantu merilekskan pilorus, dan dengan cara ini dapat membantu memindahkan makanan melalui saluran pencernaan dengan cara yang sehat.

  4. Mengunyah makanan lama menjadi pemicu sisa dari proses pencernaan
    cephalic pencernaan,” fase di mana pertama kali melihat, mencium, dan rasa makanan. Lamanya waktu yang dihabiskan mengunyah makanan berkaitan dengan panjang tahap cephalic pencernaan karena dengan mengunyah lebih lama, semakin lama makanan akan terlihat, terasa, dan berbau.

Penelitian tentang respons fase cephalic ini menunjukkan bahwa pelepasan molekul kecil sangat penting untuk pencernaan akan meningkat lebih dari 50% dengan hanya dengan melihat dan bau makanan. Penelitian juga telah menemukan cara mengunyah, serta aktivasi reseptor rasa di mulut dapat mendorong sistem saraf untuk menyampaikan informasi ke sistem pencernaan dalam mengoptimalkan proses pencernaan. Misalnya, stimulasi reseptor rasa dapat memberikan sinyal lapisan lambung untuk menghasilkan asam klorida yang akan membantu dalam pemecahan protein. Selain itu, mengunyah akan memberikan sinyal pankreas dalam persiapan untuk mengeluarkan enzim dan bikarbonat ke dalam lumen usus kecil.

Selain itu mengunyah makanan memungkinkan untuk menikmati makanan secara maksimal. Ketika berfokus pada makanan maka akan merasakan makan secara intens. Hal ini akan menciptakan rasa puas sementara membuat kita mencintai dan menghargai makanan.

  1. Mengunyah makanan lama sangat membantu penyerapan nutrisi.
    Mengunyah makanan menjadi penting sehingga dapat memastikan makanan sepenuhnya dicerna, karena tidak semua makanan yang masuk ke dalam mulut dapat dicerna dalam perut. Mengunyah makanan dengan benar akan memungkinkan pemecahan semua makanan sehingga memastikan bahwa semua nutrisi dari makanan yang tersedia untuk tubuh.

Referensi