Pemakaian steroid dalam jangka panjang bisa mengakibatkan seseorang mengalami kecanduan. Serupa dengan kecanduan narkoba, melepaskan diri dari pemakaian steroid bukan hal yang mudah. Bahkan banyak yang masih menggunakannya meski kesehatan mereka menurun akibat zat ini.
Meski sudah berhenti memakai steroid, efek yang ditimbulkannya tidak serta merta hilang. Beberapa efek dari penggunaan steroid dalam jangka panjang dan dengan dosis yang besar pada pria, antara lain:
- Rasa sakit saat penis mengalami ereksi.
- Terjadinya penyusutan pada ukuran testis.
- Jumlah sperma menurun.
- Mengalami pembesaran payudara.
- Berisiko kepada kemandulan dan mengalami impotensi.
Sementara itu, efek steroid yang muncul jika digunakan secara jangka panjang oleh wanita, antara lain:
- Tumbuh bulu berlebihan pada tubuh dan wajah.
- Suara menjadi berat seperti suara pria.
- Terjadi pembesaran pada klitoris.
- Berisiko menyebabkan menstruasi yang tidak teratur.
- Mengalami penyusutan ukuran payudara.
Selain efek terkait reproduksi di atas, beberapa efek negatif secara umum yang bisa diakibatkan oleh penggunaan steroid dalam jangka panjang, antara lain:
- Menyebabkan rasa nyeri pada otot.
- Membuat pertumbuhan terhambat bagi pemakai usia remaja.
- Bisa menyebabkan tumbuhnya tumor hati.
- Menyebabkan kerontokan rambut dan kebotakan .
- Terjadinya pembesaran tidak normal pada otot jantung.
- Menyebabkan perilaku agresif .
- Membuat stretch mark pada kulit.
- Menimbulkan masalah jerawat.
- Bisa menyebabkan adanya kelainan lipid darah sehingga memperbesar risiko terkena penyakit jantung.
Sumber : Bahaya Steroid - alodokter.com