Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Gejala Baby Blues Syndrome

Muncul rasa sedih yang menyebabkan ibu menangis dan merasa depresi.
Emosi labil sehingga mudah marah dan muncul rasa takut yang tidak beralasan.
Merasa kelelahan, sulit tidur dan sering sakit kepala.
Merasa kurang percaya diri dan muncul kecemasan.

Mengatasi Baby Blues Syndrome
Munculnya Baby Blues Syndrome memang umum dialami oleh ibu usai melahirkan. Namun demikian, jika kondisi ini dibiarkan berlanjut dapat memberikan efek yang negatif bagi ibu dan anak. Untuk itu, ibu disarankan mengatasi Baby Blues Syndrome dengan tepat. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi Baby Blues Syndrome adalah:

Melakukan persiapan melahirkan mulai dari fisik, mental, dan materil. Saat ibu siap dengan kehadiran si buah hati, maka rasa cemas saat si kecil lahir tidak akan membuat ibu merasa tertekan namun justru merasa bahagia.
Mencari banyak informasi seputar persalinan penting dilakukan ibu agar tidak “kaget” saat mulai merawat si kecil. Bicarakan dengan dokter mengenai cara merawat si kecil sekaligus menjaga kesehatannya. Ketika ibu tahu cara dan siap merawat si kecil, maka Baby Blues Syndrome pun dapat dihindari.
Berbagi beban bersama pasangan adalah cara terbaik untuk menghindari Baby Blues Syndrome. Bicarakan masalah merawat si kecil serta berbagi tanggung jawab dengan pasangan dapat meringankan beban ibu baik secara fisik dan psikis.
Berbagi pengalaman dengan ibu-ibu lain melalui komunitas online maupun dengan sahabat yang juga seorang ibu.
Memperhatikan pola makan dan istirahat secara cukup agar kondisi tubuh selalu sehat.
Berusaha untuk selalu berpikiran positif adalah kunci untuk terhindari dari Baby Blues Syndrome.

https://www.halodoc.com/blog/kenali-atasi-baby-blues-syndrome-pada-ibu