Untuk mendiagnosis adanya trombosis arteri pada pasien, dokter akan melakukan pengecekan riwayat medis pasien serta melakukan pemeriksaan fisik. Setelah itu, dapat dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk mendiagnosis trombosis arteri, seperti:
- Tes darah. Tes darah pada penderita trombosis arteri bertujuan untuk mengamati kemampuan pembekuan darah.
- Ultrasonografi. Pemeriksaan USG bertujuan untuk mengamati aliran darah pada pembuluh arteri yang diduga mengalami penyumbatan.
- MRI, CT scan, dan MRA. Ketiga metode pemeriksaan ini dapat mencari lokasi terjadinya penyumbatan pembuluh darah, serta jenis dan penyebab sumbatan yang terjadi.
Sumber : www.alodokter.com
https://www.alodokter.com/trombosis-arteri