Diagnosis Syok Kardiogenik
Seseorang dapat dicurigai menderita syok kardiogenik berdasarkan gejala-gejalanya. Untuk memastikan hal tersebut, dokter akan mengadakan beberapa jenis pemeriksaan, seperti:
- Pemeriksaan tekanan darah. Penderita syok kardiogenik memiliki tekanan darah rendah, yaitu di bawah 90 mmHg, atau mengalami hipotensi ortostatik.
- Elektrokardiogram (EKG). Dilakukan untuk mengetahui aktivitas listrik pada jantung dengan menempelkan beberapa alat pada dada, pergelangan tangan, dan kaki, serta tersambung dengan mesin melalui kabel-kabel.
- Rontgen dada. Rontgen dada dilakukan untuk memeriksa struktur fisik serta ukuran jantung, sekaligus keberadaan cairan dalam paru-paru.
- Tes darah. Untuk mengetahui kerusakan jantung dengan pemeriksaan enzim jantung (troponin dan CKMB), serta memeriksa kadar oksigen dalam darah dengan analisis gas darah.
- Ekokardiografi. Ekokardiografi dilakukan dengan menggunakan gelombang suara ini dilakukan guna melihat struktur, ketebalan, dan gerak tiap denyut jantung. Alat yang digunakan sama dengan alat USG.
- Angiografi koroner atau kateterisasi jantung. Pemeriksaan ini mengombinasikan penyuntikan cairan kontras ke dalam pembuluh darah dengan pemindaian sinar-X untuk mendeteksi adanya penyumbatan di dalam pembuluh darah serta untuk mengukur tekanan di dalam bilik jantung.
Sumber : syok-kardiogenik