Diagnosis skleroderma diawali dengan pemeriksaan fisik, terutama jika ditemukan gejala-gejala seperti penebalan pada kulit. Karena skleroderma
dapat menyerang beberapa bagian anggota tubuh, maka dapat dilakukan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis skleroderma, di antaranya:
- Biopsi atau pemeriksaan sampel jaringan kulit di laboratorium.
- Pemeriksaan darah untuk mengukur tingkat antibodi.
- EKG dan tes ekokardiogram untuk mengetahui gambaran kondisi jantung.
- CT scan untuk mengetahui gambaran kondisi paru-paru.
- Tes fungsi paru atau spirometri.