Pengobatan Demensia
Tidak semua kasus demensia dapat dipulihkan. Pengobatan demensia dapat dilakukan untuk meredakan gejala yang dialami dan menghindari komplikasi. Pengobatan demensia meliputi pemberian obat-obatan, terapi, hingga operasi.
Obat-obatan
Beberapa jenis obat yang biasa digunakan untuk mengatasi gejala demensia adalah:
- Acetylcholinesterase inhibitors, untuk meredakan gejala penyakit Alzheimer ringan, lewy bodies dan halusinasi sebagai penyebab demensia. Efek samping yang mungkin dialami meliputi mual, muntah, diare dan penurunan denyut jantung. Disarankan untuk selalu memantau kondisi jantung melalui EKG saat pengobatan.
- Memantine, untuk memperlambat reaksi kimia dalam otak. Umumnya diresepkan jika acetylcholinesterase inhibitors tidak membantu atau demensia sudah memasuki tingkat keparahan menengah. Efek samping yang mungkin dialami meliputi pusing, sakit kepala, kehilangan keseimbangan, konstipasi, dan hipertensi.
- Antipsikotik, untuk meredakan perilaku penderita yang agresif atau mengalami agitasi parah. Biasanya obat ini dikonsumsi dalam waktu singkat untuk menghindari risiko efek samping seperti mengantuk, masalah kardiovaskular, kesulitan berkomunikasi, hingga tubuh kaku, khususnya bagi penderita demensia yang disebabkan lewy bodies.
-
Antidepresan, untuk meredakan gejala depresi yang umumnya terjadi pada penderita demensia.
Untuk gejala yang menyerupai demensia, suplemen berikut akan disarankan:
-
Vitamin E, untuk memperlambat Alzheimer dan kondisi demensia terkait. Vitamin E biasanya dikonsumsi dalam dosis rendah untuk menghindari komplikasi seperti kematian, khususnya bagi penderita penyakit jantung.
- Asam folat omega 3. Walau masih memerlukan riset lebih lanjut, omega 3 dipercaya dapat membantu menekan risiko seseorang terserang demensia.
Terapi
Beberapa terapi bersifat psikologis dilakukan untuk meredakan gejala demensia, seperti:
- Terapi stimulasi kognitif dan orientasi realitas, guna menstimulasi daya ingat, kemampuan memecahkan masalah, kemampuan berbahasa, meredakan disorientasi pikiran, hingga meningkatkan kepercayaan diri penderita.
- Terapi perilaku, guna menekan perilaku tidak terkontrol yang terjadi karena depresi atau halusinasi.
- Terapi okupasi, untuk mengajarkan penderita cara melakukan aktivitas sehari-hari dengan aman dan disesuaikan dengan kondisinya, sambil juga mengajarkan cara mengontrol emosi serta mempersiapkan diri untuk perkembangan gejala lebih lanjut pada demensia progresif.
- Terapi validasi, dengan cara memperlihatkan empati dan memahami kondisi penderita agar tidak mengalami depresi. Walau dapat membantu meredakan kebingungan dan kegelisahan penderita, terapi validasi belum memiliki bukti cukup dalam segi efektivitasnya.
Selain terapi-terapi di atas, terdapat juga beberapa terapi pendukung yang dapat dilakukan di rumah, seperti terapi musik, aromaterapi, pijat, bermain dengan hewan peliharaan, hingga melakukan aktivitas seni.
Saat proses terapi, sangat disarankan untuk memodifikasi perabotan rumah agar memudahkan penderita bergerak dan menyingkirkan benda tajam agar tidak membahayakan penderita.
Operasi
Pada kasus demensia yang disebabkan oleh tumor otak, cedera otak, atau hidrosefalus, tindakan operasi dapat disarankan. Jika belum terjadi kerusakan permanen pada otak, tindakan operasi dapat membantu memulihkan gejala.
Pengobatan kondisi lainnya
Kondisi pemicu demensia seperti hipertensi, diabetes dan gangguan kolestrol perlu diobati agar tidak menyebabkan kerusakan saraf atau pembuluh darah lebih lanjut. Perubahan gaya hidup seperti mengurangi konsumsi alkohol dan berhenti merokok juga dapat membantu.
Sumber : Pengobatan demensia