Diagnosis dan Pengobatan Tetanus
Untuk mendiagnosis tetanus, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik. Termasuk pemeriksaan luka sambil menanyakan riwayat penyakit, vaksinasi yang pernah diterima, serta gejala dan tanda klinis yang dialami pasien.
Sementara langkah pengobatan tetanus bertujuan untuk memberikan terapi suportif; memusnahkan spora, dan menghentikan perkembangan bakteri. Caranya bisa dengan membersihkan luka yang kotor, menghentikan produksi neurotoksin, menetralkan neurotoksin yang belum menyerang saraf tubuh, mencegah komplikasi, serta menangani komplikasi bila sudah terjadi.
Dokter juga akan menganjurkan vaksinasi tetanus jika pasien:
* Belum pernah divaksinasi.
* Belum menerima vaksinasi yang lengkap.
* Tidak yakin apakah sudah divaksinasi atau belum.
Penyembuhan tetanus umumnya membutuhkan waktu selama beberapa minggu hingga beberapa bulan.
Tetanus bukanlah penyakit menular, tapi berpotensi mematikan. Terutama bila luka berada di kepala atau wajah, dialami oleh bayi yang baru lahir, serta pada penderita yang tidak mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.
Pencegahan dan Komplikasi Tetanus
Langkah utama untuk mencegah tetanus adalah dengan vaksinasi. Di Indonesia, vaksin tetanus termasuk dalam daftar imunisasi wajib untuk anak.
Imunisasi ini diberikan sebagai bagian dari vaksin DTP (difteri, tetanus, pertusis). Proses vaksinasi ini harus dijalani dalam 5 tahap, yaitu pada usia 2, 4, 6, 18 bulan, dan 5 tahun. Vaksin ini kemudian akan diulangi pada saat anak berusia 12 tahun yang berupa imunisasi Td. Namun, DTP termasuk imunisasi yang tidak dilisensikan bagi anak berusia 7 tahun ke atas, remaja, serta dewasa.
Untuk wanita, imunisasi TT (tetanus toksoid) sebaiknya diberikan 1 kali saat sebelum menikah dan 1 kali pada saat hamil. Tujuan imunisasi ini adalah untuk mencegah tetanus pada bayi yang baru lahir.
Di samping vaksinasi, pencegahan tetanus juga dapat dilakukan dengan selalu menjaga kebersihan. Terutama saat merawat luka agar tidak terkena infeksi.
Infeksi tetanus yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan komplikasi dan berakibat fatal. Beberapa komplikasi tetanus yang dapat terjadi meliputi jantung yang tiba-tiba berhenti, emboli paru, serta pneumonia.
Sumber : Referensi