Menjaga Berat Badan Sehat
Kelebihan berat badan, apalagi yang terjadi setelah dewasa atau menopause, dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker payudara. Hal itu mungkin disebabkan karena, setelah menopause, sebagian besar estrogen dihasilkan dari jaringan lemak
Berarti, semakin banyak jaringan lemak semakin banyak estrogen. Terlalu banyak hormon ini bisa memicu kanker payudara. Orang yang kelebihan berat badan juga cenderung memiliki kadar insulin lebih tinggi, yang dianggap berhubungan dengan kanker payudara.
Aktif Bergerak
Seseorang direkomendasikan untuk melakukan gerakan aerobik sedang, seperti jalan cepat, selama 150 menit per minggu. Porsi olahraga tersebut tidak untuk dilakukan pada satu waktu, tetapi dibagi ke dalam beberapa hari dalam seminggu.
Kamu sebaiknya mengikuti rekomendasi tersebut karena wanita yang aktif bergerak memiliki risiko lebih kecil terkena kanker payudara. Aktif bergerak juga dapat menjadi cara menjaga beratmu tetap dalam rentang normal.
Selain itu, jangan terlalu sering duduk. Studi menunjukkan, wanita yang menghabiskan 6 jam atau lebih duduk tanpa bergerak setiap harinya, 10% lebih berisiko menderita kanker payudara dibanding dengan wanita yang duduk kurang dari 3 jam per hari.
Menerapkan Pola Makan Sehat
Studi menunjukkan bahwa risiko kanker payudara dapat turun hingga 15% pada wanita yang mengikuti pola makan kaya sayur dan buah-buahan.
Sayuran hijau, tomat, paprika, wortel, terong, brokoli, apel, pir, dan stroberi adalah beberapa sayur dan buah yang telah terbukti menurunkan risiko kanker.
Selain itu, kamu juga perlu menerapkan pola makan sehat secara umum, misalnya dengan mulai mengonsumsi biji-bijian utuh (gandum) serta memperbanyak sajian berbahan dasar kedelai (tempe, susu kedelai) dan lemak sehat (salmon, kacang, alpukat).
Sebaliknya, hindari makanan yang dinilai dapat memicu kanker payudara. Sajian tinggi gula, lemak, makanan olahan dan daging merah adalah beberapa santapan yang asupannya perlu dibatasi.
Baca Juga: Bisakah Gejala Awal Kanker Payudara Dirasakan? Cek di Sini
Cukup Tidur
Hidup sehat tidak hanya dilihat dari menu makan dan olahraga, namun juga waktu istirahatmu. Seseorang disarankan untuk tidur sekitar 8 jam setiap malamnya.
Pasalnya, studi menunjukkan bahwa kurang tidur, terpapar cahaya selama malam hari, jadwal kerja di malam hari, dan beragam hal yang dapat mengganggu irama sirkadian (jam biologis tubuh) dapat memicu kanker payudara.
Menyusui
Tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan bayi, menyusui ternyata juga bermanfaat bagi ibu. Studi menunjukkan wanita yang menyusui kurang mungkin menderita kanker payudara dibanding wanita yang tidak menyusui.
Hal tersebut mungkin terjadi karena selama menyusui, siklus ovulasi tidak terjadi, sehingga kadar estrogen dalam tubuh tetap stabil.
Tak hanya itu, usia melahirkan juga merupakan faktor risiko kanker ini. Wanita yang melahirkan di atas usia 30 tahun lebih berisiko terkena kanker payudara.
Menjalani Hidup Sehat Bebas Rokok dan Alkohol
Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang mengonsumsi 2 sampai 3 minuman beralkohol setiap harinya memiliki risiko 20% lebih besar terkena kanker payudara daripada wanita yang tidak minum alkohol.
Bila kamu peminum alkohol, ada baiknya membatasi asupan alkohol tidak lebih dari satu minuman per hari atau tidak minum sama sekali. Satu minuman setara dengan satu gelas bir ukuran 350mL atau 150mL wine atau 44mL minuman beralkohol (whisky, vodka, tequila, gin).
Selain itu, berhentilah merokok. Pasalnya, kebiasaan merokok memiliki kaitan dengan kanker payudara, terutama pada wanita usia produktif. Tak hanya itu, merokok juga memicu ragam kanker lain, seperti kanker paru-paru, mulut, dan lainnya.
Menghindari Paparan Radiasi
Wanita disarankan untuk mengurangi frekuensi pemindaian medis seperti X-ray, CT scan, dan PET scan bila tidak dibutuhkan. Pasalnya, meski dapat menolong pada banyak kasus, teknik ini menggunakan dosis radiasi cukup tinggi, yang bisa memicu kanker payudara.
https://www.dokterbabe.com/artikel/cara-mencegah-kanker-payudara/