Alopesia areata merupakan kondisi yang tidak dapat diprediksi. Banyak kasus dengan bercak kebotakan dapat tumbuh kembali (sembuh spontan) dalam beberapa bulan tanpa pengobatan apapun. Beberapa pilihan terapi yang dapat diberikan adalah:
Suntikan Kortikosteroid
Injeksi kortikosteroid intralesi merupakan terapi lini pertama untuk alopesia terlokalisasi. Pertumbuhan rambut mulai tampak dalam 4-6 minggu pada pasien yang responsif. Pasien dengan alopesia yang luas dan lama cenderung memiliki respons terapi yang kurang bagus. Obat yang paling banyak digunakan adalah * Triamcinolone acotonide (Kenalog) yang disuntik setiap 4 minggu.
* Krim Olesan Kortikosteroid
* Krim topikal fuocinolone acetonide 0,2% yang dioleskan 2 kali per hari menunjukkan respons yang bagus pada 61% pasien. Terapi dilakukan selama minimal 3 bulan.
* Minoxidil
* Efektif diberikan pada pasien alopesia areata yang ekstensif (kerontokan 50-90%), namun memiliki manfaat yang kecil pada alopesia universalis dan totalis. Minoxidil diteteskan ke bercak yang mengalami kebotakan dua kali sehari. Pertumbuhan rambut awal akan muncul dalam 12 minggu. Efek samping berupa iritasi dan rambut yang tumbuh berwarna kemerahan.
* Imunoterapi topikal
* Substansi yang biasanya digunakan adalah diphencyprone (DPCP). Obat ini deiberikan pada kulit yang terkena alopesia dengan tujuan menimbulkan reaksi mirip alergi dan memicu pertumbuhan rambut. Pertumbuhan rambut mulai tampak pada minggu ke 12-24.
* Psoralen with ultraviolet A light (PUVA)
* Penggunaan wig
Cara lain yang lebih permanen dan seringkali memberikan hasil baik, adalah transplantasi rambut. Metode ini dilakukan dengan memindahkan folikel rambut dari daerah yang lebat dan masih bertumbuh ke daerah yang botak. Kami sarankan Anda mengunjungi dokter spesialis kulit dan kelamin untuk diagnosis jenis dan derajat penipisan rambut Anda, dan mendiskusikan pilihan penanganan yang paling sesuai untuk Anda.
Referensi