Dispepsia merupakan istilah yang sering digunakan oleh tenaga medis untuk menyebut suatu gangguan pada perut atas yang penyebabnya belum dapat dipastikan, atau gejalanya tidak spesifik mengarah ke suatu diagnosis medis tertentu
Pada dasarnya, dispepsia merupakan istilah yang sering digunakan oleh tenaga medis untuk menyebut suatu gangguan pada perut atas yang penyebabnya belum dapat dipastikan, atau gejalanya tidak spesifik mengarah ke suatu diagnosis medis tertentu. Contoh, seorang pasien mengeluhkan rasa tidak nyaman di perut dan menyebutnya sebagai ‘masuk angin’, maka hal ini akan didiagnosis sementara oleh tenaga medis sebagai dispepsia -sampai penyebab yang mendasarinya dapat dipastikan.
Lantas, apa saja keluhan yang dapat diacu dengan istilah dispepsia? Selain ketidaknyamanan di area perut, penyakit ini juga dapat mencakup rasa nyeri, perih terbakar, kembung, perasaan cepat kenyang hanya dengan asupan makanan yang sedikit, rasa tidak enak setelah makan, mual, kehilangan nafsu makan, mulas, dan bersendawa.
Para ahli percaya bahwa terdapat beberapa kondisi medis yang dapat menjadi pemicunya, seperti:
- Radang saluran empedu (Kolesistitis)
- Batu saluran empedu (Kolelitiasis)
- Penyakit Chron
- Kanker lambung
- Infeksi saluran cerna (Gastroenteritis)
- Kanker kelenjar getah bening (Limfoma)
- Luka pada lambung (Ulkus peptikum)
- Refluks asam lambung (GERD), dan masih banyak lagi.
Umumnya, kasus penyakit ini disebabkan oleh radang pada lambung (Gastritis) dan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).
-
Gastritis dapat dipahami sebagai peradanganpada lapisan mukosa dan submukosa lambung yang umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter Pylori. Namun dalam kasus lain, gastritis juga dapat dipicu oleh konsumsi rutin obat pereda nyeri non- steroid. Usut punya usut, obat jenis ini dapat menurunkan produksi lendir pelindung dinding lambun Akibatnya, dinding lambung menjadi lebih mudah teriritasi asam lambung yang sesungguhnya diproduksi oleh sel lambung sendiri.
-
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah penyakit yang disebabkan oleh naiknya asam lambung sehingga melukai dinding kerongkongan. Perlu diketahui bahwa satu- satunya tempat di dalam tubuh manusia yang dapat bertahan dari asam lambung adalah lambung itu sendiri. Jadi, jikaasam lambung sampai naik dan mengenai dinding kerongkongan, maka dinding ini dapat teriritasi dan lama kelamaan bisa menjadi luka.
Berikut beberapa faktor yang menyebabkan seseorang lebih rentan terkena penyakit ini:
- Pola makan yang tidak baik. Contoh, seringterlambat makan, terlalu banyak mengonsumsi makanan pedas, hingga kebiasaan makan dalam porsi yang besar.
- Sering minum kopi dan teh
- Infeksi bakteri atau parasit
- Pengunaan obat analgetik dan steroid
- Usia lanjut
- Konsumsi miras berlebih
- Stress
- Riwayat kondisi medis tertentu, sepertipenyakit refluks empedu, penyakit autoimun, HIV/AIDS, Chron disease, dll.
Sumber : Disepsia - go-dok.com