Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Apakah yang menjadi penyebab Nyeri dada?

JO Johny Ridwan 8 years ago

Nyeri dada adalah rasa nyeri, sakit atau tertekan pada dada. Apakah yang menjadi penyebab Nyeri dada?
image|700x250

24

Penyebab Umum Nyeri Dada
Nyeri dada sering dikaitkan dengan penyakit jantung, namun banyak nyeri dada yang tidak diakibatkan oleh penyakit jantung, seperti masalah pencernaan, otot dan tulang. Berikut adalah contoh penyebab nyeri dada yang umumnya tidak tergolong gawat:

  1. Cedera pada otot rongga dada atau/dan tulang rusuk.
  2. Costochondritis atau inflamasi pada tulang rawan yang menyambungkan tulang dada dengan tulang rusuk.
  3. Penyakit asam lambung dan nyeri ulu hati (GERD).
  4. Infeksi pada saraf yang menimbulkan ruam.
  5. Gangguan menelan atau disfagia.
  6. Mastitis atau peradangan pada jaringan payudara.
  7. Infeksi herpes zoster.
  8. Batu empedu atau gangguan pada kandung empedu.
  9. Fibromyalgia.

Selain penyebab-penyebab di atas, ada juga penyebab nyeri dada yang tidak terkait dengan jantung, namun perlu segera ditangani oleh dokter yaitu:

  1. Serangan panik atau kecemasan – detak jantung penderitanya menjadi sangat cepat, sesak napas dan dilanda rasa ketakutan atau kecemasan yang hebat
  2. Pneumotoraks atau adanya udara di antara kedua lapisan yang membungkus paru-paru, sehingga paru-paru mengempis dan penderitanya sangat sulit bernapas.
  3. Emboli paru atau terbentuknya gumpalan darah di pembuluh darah paru-paru.

Jika mengalami salah satu kondisi di atas sebaiknya segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan darurat.

Berikut ini adalah beberapa tanda-tanda nyeri dada yang umumnya tidak berhubungan dengan jantung:

  1. Dada terasa nyeri saat batuk atau menarik napas panjang.
  2. Sulit menelan.
  3. Dada terasa sakit saat ditekan.
  4. Nyeri ulu hati atau serasa makanan dari lambung naik kembali ke kerongkongan.
  5. Rasa nyeri yang bertambah parah atau membaik saat mengubah posisi tubuh.

Jika gejala sudah berlangsung terus-menerus selama tiga hari atau lebih, sering kambuh, atau bertambah parah dan sangat mengganggu, maka temui dokter.

Sumber : Penyebab nyeri dada