Penyebab autisme sampai sekarang belum dapat ditemukan dengan pasti. Penyebab autis diakibatkan terlalu banyak vaksin Hepatitis B. Hal ini dikarenakan vaksin ini mengandung zat pengawet Thimerosal. Autis juga bisa disebabkan kombinasi makanan yang salah satu lingkungan yang terkontaminasi zat-zat yang beracun yang mengakibatkan kerusakan pada usus besar, yang mengakibatkan masalah dalam tingkah laku dan fisik.
Patricia Rodier, ahli embrio dari Amerika menyatakan bahwa korelasi antara autis dan cacat lahir yang disebabkan oleh Thalidhomide menyimpulkan bahwa kerusakan jaringan otak dapat terjadi paling awal 20 hari pada saat pembentukan janin.36Menurut Supratiknya, autism disebabkan oleh faktor bawaan tertentu dan pengalaman yang kurang mendukung. Misalnya, dibesarkan oleh Ibu yang dingin dan tidak responsive atau pernah mengalami trauma dengan lingkungan sosialnya.
Autisme juga disebabkan oleh Tuberous Sclerosis, abnormalitas kromosom terutama kromosom X, kelumpuhan karena luka pada otak, rubella bawaan, lemahnya kemampuan indrawi dan sindrom Downs. Pada kehamilan trimester pertama, yaitu 0-4 bulan, factor pemicu ini bisa terdiri dari: infeksi (toksoplasmosis, rubella, candida,dsb), logam berat (Pb, Al, Hg, Cd), zat aditif (MSG, Pewarna, pengawet, dll), alergi berat, obat-obatan, jamu peluntur, muntah-muntah hebat (hiperemisis), pendarahan hebat. Pada kelahiranpun juga bisa mengakibatkan terjadinya autism, dikarenakan proses kelahiran yang lama (partus lama) dimana terjadi gangguan nutrisi dan oksigenasi pada janin, pemakaian forsep, dll.
Menurut Bonny Danuatmaja, terdapat 5 dugaan penyebab autisme, yaitu :
-
Gangguan susunan saraf pusat
Anak autis mengalami pengecilan otak kecil, terutama pada lobus VI-VII. Seharusnya di lobus VI-VII banyak terdapat sel purkinje. Namun, pada anak autis jumlah sel purkinje sangat kurang. Akibatnya, produksi serotonim kurang, menyebabkan kacaunya proses penyaluran informasi antar-otak. Selain itu, ditemukan struktur pada pusat emosi di dalam otak sehingga emosi anak autis sering terganggu.
-
Gangguan sistem pencernaan
Pada tahun 1997, seorang pasien autis, Parker Beck, mengeluhkan gangguan pencernaan yang sangat buruk. Ternyata, ia kekurangan enzim sekretin. Setelah mendapat suntikan sekretin, Beck sembuh dan mengalami kemajuan pesat.
Dr. Andrew Wakefield ahli pencernaan (gastro enterolog) asal Inggris, menduga peradangan tersebut disebabkan virus, yaitu virus campak.
Ditemukan 20 gen yang terkait dengan autism. Namun tidak serta merta gejala autisme bisa muncul karena adanya factor gen lain yang memicunya.
Sallie Bernard ibu dari anak autistic, menunjukkan penelitiannya gejala yang diperlihatkan anak-anak autisme sama dengan keracunan merkuri. Setelah dilakukan pengeluaran merkuri pada anak, maka gejala autisme semakin membaik.
Referensi :
* A. Supratiknya, Mengenal Perilaku Abnormal, (Yogyakarta: KANISISUS, 1995).
* Bonny Danuatmaja, Terapi Anak Autis Di Rumah, (Jakarta: Puspa Swara, 2003).