Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Apakah Penyebab Tirotoksikosis?

BE Bebe daben 8 years ago

Seseorang dapat dinyatakan menderita tirotoksikosis saat kadar hormon tiroksin (T4) dan triodotironin (T3) di dalam darah menunjukkan peningkatan. Apakah Penyebab Tirotoksikosis?
image|700x250

24

Penyebab Tirotoksikosis
Tirotoksikosis dapat terjadi karena 4 hal:

1. Kelenjar tiroid dirangsang berlebihan oleh thyroid-stimulating hormone (TSH). TSH memang berfungsi untuk merangsang pembentukkan hormon tiroid (T3 dan T4). Namun dengan terbentuknya T3 dan T4, akan memberikan umpan balik ke kelenjar hipotalamus, yaitu kelenjar yang menghasilkan TSH, untuk segera menghentikan produksi TSH. Keadaan ini terjadi pada keadaan fungsi tiroid normal, maupun tirotoksikosis. Akan tetapi pada penyakit TSH-secreting pituitary adenoma, terdapat tumor pada kelenjar hipotalamus atau pituitary yang terus membentuk TSH dan mengakibatkan hipertiroidisme dan tirotoksikosis.

2. Aktivasi dari pembentukan dan pengeluaran hormon tiroid dari kelenjar tiroid. Hal ini dapat disebabkan oleh:
* Penyakit Graves. Penyakit Graves merupakan penyebab tirotoksikosis yang paling banyak terjadi. Gangguan autoimun menyebabkan pelepasan hormon tiroid yang terlalu banyak.
* Toxic adenoma. Penyakit tumor jinak ini biasanya mengelurakan hormon tiroid yang sangat banyak seraya menekan kadar hormon stimulan tiroid (TSH), sehingga kadarnya menjadi sangat rendah.
* Toxic multinodular goiter (penyakit Plummer). Terjadi pembesaran pada kelenjar tiroid yang memroduksi hormon tiroid secara berlebih. Penyakit ini umumnya diderita oleh orang-orang lanjut usia. Peningkatakan kadar hormon tiroid berlangsung secara lambat. Oleh karena itu, gejala baru terdiagnosis pada usia lanjut.
* Jod-Basedow Syndrome (Iodide-induced thyrotoxicosis). Gangguan ini dapat terjadi pada pasien yang terlalu banyak mendapat asupan yodium Hal ini dikarenakan yodium atau iodine merupakan bahan baku penting untuk pembentukan hormon tiroid.

Selain penyebab di atas, terdapat penyebab lain yang mengakibatkan aktivasi dari kelenjar tiroid sehingga menghasilkan hormon tiroid berlebih, misalnya hamil anggur, atau choriocarcinoma yang merupakan salah satu jenis kanker rahim.

3. Cadangan hormon tiroid dalam kelenjar tiroid dilepaskan perlahan akibat peradangan kelenjar tiroid (tiroiditis) yang dapat disebabkan oleh infeksi, autoimun, dan cedera. Tirotoksikosis yang terjadi bersifat sementara, setelah itu terjadi hipotiroidisme. Beberapa jenis tiroiditis di antaranya painless postpartum lymphocytic thyroiditis, painless sporadic thyroiditis, tiroiditis subakut, tiroiditis akut, dan palpation thyroiditis. Subacute thyroiditis atau de Quarvain thyroiditis merupakan jenis tersering. Beberapa obat yang juga dapat mengakibatkan kondisi ini yaitu interferon, tyrosine kinase inhibitor, dan lithium.

4. Paparan hormon tiroid berlebih yang didapatkan selain dari kelenjar tiroid. Hormon tiroid tersebut dapat dihasilkan oleh tubuh di luar dari kelenjar tiroid seperti pada tumor ovarium (struma ovarii) dan kanker tiroid yang telah menyebar ke jaringan lain. Selain itu hormon tiroid bisa didapat dari luar seperti pada thyrotoxicosis factitia, yaitu tirotoksikosis yang terjadi akibat menelan obat-obatan yang mengandung hormon tiroid.

Sumber : www.alodokter.com

https://www.alodokter.com/tirotoksikosis