Ditinjau secara ilmu psikologi, seseorang yang mengalami lupa dapat disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:
1. Decay Theory
Informasi telah terlalu lama tersimpan dalam memori dan tidak digunakan. Namun teori ini banyak dibantah.
2. Interference Theory
Lupa bukanlah disebabkan oleh informasi yang telah tersimpan terlalu lama, namun karena terganggu oleh informasi lainnya.
3. Interference Theory
Teori ini terdiri dari proactive interference dan retroactive interference. Proactive interference adalah terganggunya ingatan karena adanya informasi lama yang menghambat untuk mengingat informasi baru, sedangkan retroactive interference adalah sulitnya mengingat informasi lama karena masuknya informasi baru.
4. Reconstruction (Schema) Theory
Informasi yang telah tersimpan menjadi sulit untuk diingat kembali bukanlah karena terlupa, namun karena muncul dalam bentuk yang distorted atau muncul dalam bentuk yang tidak tepat.
5. Motivated Forgetting
Teori ini menyatakan bahwa informasi tersebut menjadi hilang karena memang sengaja dilupakan karena menimbulkan dampak negatif ketika mengingatnya, seperti hal-hal yang menyedihkan dan menyakitkan.
Berhubung aku adalah seorang muslim, aku mencoba menghubungkan penyebab fenomena lupa dengan istilah spiritualitas keagamaanku. Dalam Islam, lupa disebabkan oleh beberapa hal yaitu:
1. Lupa untuk mengingat Allah karena dirinya telah dikuasai setan (QS. Al-Mujadalah: 16)
2. Lupa karena mendustakan ayat-ayat Allah setelah beriman (QS. Al-A’raf: 146)
3. Lupa karena kemunafikan, sehingga mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah pun melupakan mereka (QS. At Taubah: 67)
4. Lupa karena ia mengikuti hawa nafsunya sehingga ia lupa kepada Allah (Qs. Al-Kahfi: 28).
Oleh karena itu, menurut ajaran Islam, cara mengatasi lupa adalah dengan cara berdoa dan berzikir kepada Allah. Dengan memahami perspektif lupa menurut Islam dan psikologi, maka untuk mengoptimalkan hasil belajar dan mengingat, diharapkan agar individu memperhatikan faktor-faktor yang dapat menyebabkan lupa menurut psikologi dan menurut Islam dengan mengorganisasikan informasi secara rapi dan terstruktur serta senantiasa berperilaku baik.
[details="Sumber"]
Arlotas, R. K., & Mustika, R. (2019). Lupa dalam perspektif psikologi belajar dan Islam. PSYCHE: Jurnal Psikologi, 45-54.
[/details]