Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Apa yang menyebabkan seseorang sering melupakan sesuatu?

![lupa|690x350](upload://4MFqiLU53tYTnYWQ87REKSxQmOd.jpeg)

  Melupakan sesuatu merupakan hal yang wajar. Apalagi melupakan sesuatu yang baru dipelajari. Hal tersebut terjadi karena informasi yang baru Anda pelajari belum sampai ke ingatan jangka panjang, atau memang sedang tidak fokus dalam mengingat hal yang baru dipelajari. Selain itu, meskipun kapasitas penyimpanan otak kita besar, tetapi otak tetap membutuhkan ruang baru untuk menyimpan hal-hal penting. Akibatnya, otak akan “menghapus” informasi yang dianggap kurang penting, kurang spesifik, dan jarang diingat kembali. Informasi ini pun akhirnya tergantikan dengan yang baru. Meski kebiasaan sering lupa dikaitkan dengan penuaan, namun hal tersebut tidak selalu benar. Sebab, bukan hanya terjadi pada lansia, sering lupa juga bisa terjadi pada anak muda. Penyebab sering lupa ada bermacam-macam, bukan cuma faktor umur saja.

  Menurut Youics, apa yang menyebabkan seseorang sering melupakan sesuatu?

37

Lupa merupakan hal wajar yang mungkin pernah dialami oleh setiap orang. Namun, terjadi sangat sering, terdapat beberapa kondisi yang dapat mendasarinya:

**Mengonsumsi obat-obatan tertentu**
Mengonsumsi obat-obatan dapat mengganggu atau menyebabkan hilangnya memori, kondisi ini menyebabkan seseorang sering lupa karena sulit mengingat memori yang hilang.

**Sering merokok**
Merokok dapat merusak memori dengan mengurangi jumlah oksigen yang masuk ke otak., oleh sebab itu sebaiknya hentikan kebiasaan untuk merokok.

**Kurang tidur**
Durasi tidur dan kualitas tidur yang baik tentu sangat penting untuk ingatan, waktu tidur yang sedikit dan sering terbangun di malam hari dapat mengganggu kemampuan otak untuk mengingat karena kelelahan.

**Depresi atau stres**
Ketika Anda mengalami depresi atau stres, maka kondisi tersebut dapat menghalangi perhatian, fokus, dan konsentrasi. Bukan hanya itu, depresi atau stres juga dapat memengaruhi daya ingat sehingga kemampuan dalam mengingat menjadi lemah.

**Kekurangan vitamin B12**
Kekurangan vitamin B12 dapat memengaruhi daya ingat sehingga mampu membuat sering lupa.

**Dehidrasi**
Oleh sebab itu, minumlah air putih sebanyak 8-12 gelas sehari agar Anda tetap terhidrasi dan tidak sering lupa. Bahkan, pada kasus yang parah kekurangan vitamin B12 bisa menyebabkan kerusakan permanen otak

**Stroke**
Stroke terjadi ketika suplai darah ke otak terhenti karena adanya penyumbatan pembuluh darah ke otak atau kebocoran pembuluh darah ke otak. Penyakit ini dapat menyebabkan hilangnya memori jangka pendek sehingga sering lupa dengan apa yang baru terjadi, misalnya lupa menu sarapan pagi tadi.

[details="Summary"]
[https://www.sehatq.com/artikel/sering-melupakan-hal-hal-tertentu-mungkin-ini-penyebabnya](https://www.sehatq.com/artikel/sering-melupakan-hal-hal-tertentu-mungkin-ini-penyebabnya)
https://www.webmd.com/brain/memory-loss#1
https://www.helpguide.org/articles/alzheimers-dementia-aging/age-related-memory-loss.htm
https://www.healthline.com/nutrition/vitamin-b12-foods#section11
[/details]

Ditinjau secara ilmu psikologi, seseorang yang mengalami lupa dapat disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:
1. Decay Theory
Informasi telah terlalu lama tersimpan dalam memori dan tidak digunakan. Namun teori ini banyak dibantah.
2. Interference Theory
Lupa bukanlah disebabkan oleh informasi yang telah tersimpan terlalu lama, namun karena terganggu oleh informasi lainnya.
3. Interference Theory
Teori ini terdiri dari proactive interference dan retroactive interference. Proactive interference adalah terganggunya ingatan karena adanya informasi lama yang menghambat untuk mengingat informasi baru, sedangkan retroactive interference adalah sulitnya mengingat informasi lama karena masuknya informasi baru.
4. Reconstruction (Schema) Theory
Informasi yang telah tersimpan menjadi sulit untuk diingat kembali bukanlah karena terlupa, namun karena muncul dalam bentuk yang distorted atau muncul dalam bentuk yang tidak tepat.
5. Motivated Forgetting
Teori ini menyatakan bahwa informasi tersebut menjadi hilang karena memang sengaja dilupakan karena menimbulkan dampak negatif ketika mengingatnya, seperti hal-hal yang menyedihkan dan menyakitkan.

Berhubung aku adalah seorang muslim, aku mencoba menghubungkan penyebab fenomena lupa dengan istilah spiritualitas keagamaanku. Dalam Islam, lupa disebabkan oleh beberapa hal yaitu:
1. Lupa untuk mengingat Allah karena dirinya telah dikuasai setan (QS. Al-Mujadalah: 16)
2. Lupa karena mendustakan ayat-ayat Allah setelah beriman (QS. Al-A’raf: 146)
3. Lupa karena kemunafikan, sehingga mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah pun melupakan mereka (QS. At Taubah: 67)
4. Lupa karena ia mengikuti hawa nafsunya sehingga ia lupa kepada Allah (Qs. Al-Kahfi: 28).

Oleh karena itu, menurut ajaran Islam, cara mengatasi lupa adalah dengan cara berdoa dan berzikir kepada Allah. Dengan memahami perspektif lupa menurut Islam dan psikologi, maka untuk mengoptimalkan hasil belajar dan mengingat, diharapkan agar individu memperhatikan faktor-faktor yang dapat menyebabkan lupa menurut psikologi dan menurut Islam dengan mengorganisasikan informasi secara rapi dan terstruktur serta senantiasa berperilaku baik.

[details="Sumber"]
Arlotas, R. K., & Mustika, R. (2019). Lupa dalam perspektif psikologi belajar dan Islam. PSYCHE: Jurnal Psikologi, 45-54.
[/details]

Otak dipenuhi dengan sejumlah besar ingatan yang telah terbentuk selama kita hidup. Mulai dari kenangan yang mendalam hingga yang paling sepele sekalipun. Penelitian yang dilakukan oleh para psikolog kognitif beberapa dekade belakangan ini telah menunjukkan bahwa setidaknya ada dua sistem ingatan utama dalam pikiran manusia, yaitu ingatan jangka pendek dan ingatan jangka panjang.
Selain memiliki perbedaan dalam waktu mengingat informasi, kedua sistem ini juga dipercaya memiliki tingkat yang berbeda dalam kemampuannya untuk mengingat secara detail informasi yang telah diterima. Artinya, meskipun kita bisa menyimpan banyak hal dalam ingatan, detail ingatan tersebut tidak selalu “jernih” dan justru sering kali cukup terbatas.
Jadi beberapa alasan kenapa seseorang sering lupa adalah
1. Informasi tidak disimpan dalam ingatan jangka panjang
2. Tergantikan dengan informasi baru
3. Banyak informasi yang mirip
4. Informasi hilang dengan sendirinya

[details="Sumber"]
hellosehat/saraf/saraf-lainnya/berbagai-penyebab-mudah-lupa
[/details]