Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Berikut beberapa kondisi yang dapat menjadi penyebab munculnya bercak-bercak putih pada kulit indahmu.

Eksem
Eksem adalah kondisi kulit yang ditandai dengan timbulnya ruam merah dan gatal yang dapat menebal, mengering kemudian mengelupas seiring berjalannya waktu. Rasa gatal umumnya memuncak pada malam hari. Bila digaruk, akan timbul luka terbuka yang basah.

Beragam bagian tubuh termasuk tangan, kaki, siku, bagian belakang lutut, kulit kepala hingga wajah dapat mengalami kondisi ini. Eksem seringkali kambuh tanpa pola yang jelas.

Penyakit ini berhubungan dengan variasi genetik yang memengaruhi kemampuan kulit untuk menjaga kelembapan dan melindunginya dari bakteri serta alergen. Kondisi ini bisa terjadi di segala usia meski umumnya menyerang anak balita.

Dokter mungkin akan memberikan krim hydrocortisone dan menyarankan penggunaan pelembap pada area eksem. Kamu juga direkomendasikan untuk tidak menggunakan sabun berbahan kasar atau bersifat mengeringkan kulit.

Panu (Tinea Versicolor)
Panu merupakan penyakit akibat pertumbuhan berlebih jamur pada kulit. Jamur ini merupakan organisme yang normal pada permukaan kulit. Namun, beberapa faktor menyebabkannya tumbuh lebih banyak, seperti keringat berlebih, kulit berminyak, udara yang lembap dan hangat ataupun sistem imun yang lemah.

Panu bisa menyebabkan bercak putih atau bercak bersemu merah muda, merah hingga kecoklatan pada kulit. Bercak dapat terasa gatal, kering dan mengelupas serta membesar seiring berjalannya waktu. Orang yang tinggal di iklim tropis dan anak remaja lebih rentan mengalaminya.

Penanganan panu dapat berupa krim serta sampo antijamur. Produk sebaiknya mengandung miconazole, selenium sulfida, ketoconazole, atau clotrimazole. Bercak dapat hilang dalam hitungan minggu hingga bulan.

Vitiligo
Vitiligo terjadi saat terjadi gangguan produksi melanin pada kulit. Melanin adalah pigmen yang memberi warna pada kulit, rambut, dan matamu. Tanpa pigmen ini, bercak putih pada kulit dapat terjadi.

Bercak dapat muncul dan menyebar di bagian tubuh manapun dan umumnya simetris. Lutut, tangan, kemaluan dan rambut adalah area umum vitiligo terjadi.

Penyebab vitiligo belum diketahui secara pasti, meski diduga kondisi ini terjadi karena reaksi autoimun atau kelainan genetik. Paparan sinar matahari dan bahan kimia industri, serta stres psikologis juga diperkirakan menjadi faktor risiko timbulnya penyakit ini. Vitiligo biasanya berkembang pada usia 20an.

Dokter mungkin akan merekomendasikan pemberian steroid, immunomodulator (zat kimia yang memodifikasi respon imun), atau terapi sinar ultraviolet sebagai penanganan vitiligo.

Pityriasis Alba
Pityriasis alba umumnya ditandai dengan munculnya bercak berwarna merah muda yang gatal dan mengelupas. Bentuk bercak bervasi mulai dari bulat, oval ataupun tidak teratur.

Dagu dan pipi menjadi area umum tempat bercak muncul. Bercak-bercak ini dapat hilang dengan sendirinya dan menyisakan bintik bersemu putih pada kulit. Pityriasis alba biasanya terjadi pada anak balita hingga remaja usia 3 hingga 16 tahun.

Penyebab kondisi ini tidak diketahui secara pasti, namun diperkirakan memiliki kaitan erat dengan eksem atau dermatitis atopik. Meski jarang terjadi, terdapat jenis pityriasis alba yang menyebabkan becak putih kebiruan pada kulit.

Penanganan pityriasis alba dapat menggunakan krim pelembap ataupun krim steroid seperti hydrocortisone. Meski bercak tetap dapat kambuh di kemudian hari, pada sebagian besar kasus, kondisi akan sembuh dengan sendirinya saat dewasa.

Lichen Sclerosus
Lichen sclerosus adalah kondisi langka yang dapat terjadi pada orang berusia dewasa muda ataupun tua. Pada pria, kondisi umumnya terjadi pada kulup penis.

Sedangkan pada wanita, kondisi biasanya menyerang area anus dan vulva, menimbulkan lapisan kulit tipis berwarna putih. Gejala seperti sulit buang air kecil, nyeri saat berhubungan intim, area bercak terasa gatal, dan perdaharan mungkin saja terjadi.

Penyebab lichen sclerosus belum diketahui secara pasti meski ketidakseimbangan hormon ataupun sistem imun yang terlalu aktif diperkirakan memengaruhi kondisi ini.

Krim dengan kandungan kortikosteroid, mengikis kulup (pada pria), penanganan dengan sinar ultraviolet ringan, hingga penggunaan immunomodulator mungkin dilakukan untuk mengatasi kondisi ini.

Milia
Milia adalah kantung-kantung kecil berukuran sekitar 1 hingga 4 mm yang muncul di permukaan kulit. Kantung ini bertekstur padat, berwarna putih dan tidak terasa menyakitkan.

Milia primer terjadi karena keratin terjebak di bawah permukaan kulit dan menimbulkan kantung berisi cairan. Keratin adalah protein yang membantu mengeraskan lapisan luar kulit, seperti pada kuku.

Milia sekunder terjadi karena trauma pada kulit, seperti setelah melakukan dermabrasi, adanya inflamasi atau kerusakan jaringan pada kulit. Efek samping dari beberapa obat-obatan tertentu juga bisa menjadi penyebab milia sekunder.

Salep atau krim retinoid umumnya disarankan untuk pengobatan kondisi ini. Pilihan krim dengan kandungan tretinoin sekitar 0,1% lebih disarankan. Krim steroid juga dapat diresepkan sebagai penanganan milia.

Bercak putih pada kulit dapat terjadi karena beragam gangguan kulit, mulai dari panu, eksem, milia hingga vitiligo. Bila kamu mengalami satu atau lebih kondisi di atas, disarankan untuk segera menghubungi dokter kulit dan kelamin.

https://www.dokterbabe.com/artikel/bercak-putih-pada-kulit/