
Gejala-gejala
Meskipun penderita merasa lapar dan berhasil mengambil makanan, namun tidak berhasil untuk menelannya. Makanan akan tinggal di dalam rongga mulut atau dikeluarkan lagi. Air liur yang dihasilkan dalam jumlah yang cukup tidak ditelan hingga tampak adanya pseudoptialismus. Akibat tidak cukupnya makanan dan air yang dapat diserap, dalam waktu singkat penderita kehilangan berat badannya serta mengalami dehidrasi.
Pada kelumpuhan tekak sebagai akibat penyakit primer, gejala klinis penyakit primer akan tampak menonjol. Pada kelumpuhan yang bersifat primer, selain ketidaksanggupan penderita dalam menelan makanan, pseudotialismus, dan kekurusan, gejala gejala lain tidak ditemukan.
Terapi
Biasanya tidak membawa hasil. Pengobatan secara lokal dengan salep-salep perangsang (rubifasciensia) dapat dicoba. Juga pemberian makanan dengan sonde kerongkongan mungkin berguna sekedar untuk memperpanjang umur. Tergantung pada pertimbangan setempat mungkin lebih baik apabila penderita dipotong saja.
Referensi: Subronto. 1985. Ilmu Penyakit Ternak I. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.