Paravakcinia juga dinamakan “Pseudocowpox”. Penyakit ini sering ditemukan. Arti ekonominya sedikit walaupun pada beberapa perusahaan ada kerugian disebabkan sifat menahun penyakit. Paravakcinia mengandung risiko untuk pemerah.
Sifat Fisika dan Kimiawi:
Virus paravakcinia disebabkan oleh virus Pseudocowpox, virus dengan family Poxviridae, tergolong dalam genus Parapoxvirus. Agen ini sangat resisten terhadap kekeringan; resistensinya terhadap pemanasan sedang karena virus dapat diinaktifkan pada pemanasan 58 - 60 derajat Celcius selama 30 menit.
Sifat Biologis:
Induk semang alami virus paravakcinia ialah sapi. Gejala klinis yang ditemukan secara alami sulit direproduksi secara tiruan pada sapi. Virus paravakcinia bersifat patogen untuk manusia. Infeksi terutama terjadi sewaktu memerah dan menimbulkan terjadinya satu atau beberapa benjolan-benjolan kecil yang keras dan berwarna kelabu pada tangan (milker's nodules); orang yang terinfeksi biasanya tidak menunjukkan gejala sakit umum akan tetapi pembengkakan kelenjar limfe regional sekali-kali terlihat; umumnya perubahan-perubahan kulit menghilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Hewan laboratorium kecil, demikian pula telur-telur bertunas tidak dapat diinfeksi.
Referensi: Ressang, AA. 1986. Penyakit Viral Pada Hewan. Jakarta: UI-Press.
