Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Bagaimana sifat virus Paravakcinia yang menyebabkan penyakit pada sapi?

MI Miska Nourma 9 years ago

Paravakcinia ialah penyakit kulit puting susu dan ambing pada sapi yang menyerupai penyakit cacar.

bl2|690x492

19

Paravakcinia juga dinamakan “Pseudocowpox”. Penyakit ini sering ditemukan. Arti ekonominya sedikit walaupun pada beberapa perusahaan ada kerugian disebabkan sifat menahun penyakit. Paravakcinia mengandung risiko untuk pemerah.

Sifat Fisika dan Kimiawi:
Virus paravakcinia disebabkan oleh virus Pseudocowpox, virus dengan family Poxviridae, tergolong dalam genus Parapoxvirus. Agen ini sangat resisten terhadap kekeringan; resistensinya terhadap pemanasan sedang karena virus dapat diinaktifkan pada pemanasan 58 - 60 derajat Celcius selama 30 menit.

Sifat Biologis:
Induk semang alami virus paravakcinia ialah sapi. Gejala klinis yang ditemukan secara alami sulit direproduksi secara tiruan pada sapi. Virus paravakcinia bersifat patogen untuk manusia. Infeksi terutama terjadi sewaktu memerah dan menimbulkan terjadinya satu atau beberapa benjolan-benjolan kecil yang keras dan berwarna kelabu pada tangan (milker's nodules); orang yang terinfeksi biasanya tidak menunjukkan gejala sakit umum akan tetapi pembengkakan kelenjar limfe regional sekali-kali terlihat; umumnya perubahan-perubahan kulit menghilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Hewan laboratorium kecil, demikian pula telur-telur bertunas tidak dapat diinfeksi.

Referensi: Ressang, AA. 1986. Penyakit Viral Pada Hewan. Jakarta: UI-Press.

cinemaxx-logo|442x332