Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Apa dampak dari penyakit Bruselosis pada sapi?

AR ariel 9 years ago

Penyakit brucellosis merupakan penyakit ternak yang menjadi problem nasional baik untuk kesehatan masyarakat maupun persoalan ekonomi peternak. Di Indonesia kecenderungan meningkatnya populasi dan lebih seringnya mutasi sapi perah menjadi penyebab utama meningkatnya kasus brucellosis.
Brucellosis-Disease|678x381

19

Terjadinya keguguran setelah kebuntingan 5 bulan merupakan petunjuk kunci untuk menemukan penyakit ini. Seekor sapi betina setelah keguguran itu masih mungkin untuk bunting kembali, namun tingkat kelahirannya akan rendah dan tidak teratur. Kadang-kadang fesus yang di kandung dapat mencapai tingkatan atau bentuk yang sempurna tetapi pedet itu biasanya lahir mati, dan plasentanya tetap tertahan disertai dengan keadaan metritis.Dapat pula terjadi sapi mengalami keguguran satu atau dua kali dan setelah itu menjadi normal sepanjang hidupnya. Meski sapi induk telah kembali kebal terhadap penyakit itu, namun tetap potensial sebagai penyebabnya. Sapi pejantan juga dapat terserang penyakit ini melalui skrotum yang tampak membengkak dan berwarna merah. Dengan orchitid, infeksi bruselosis pada sapi jantan dapat menyebabkan keadaan steril.

Bruselosis dapat menyebar memalui kontak langsung melalui air susu yang tidak dipasteurisasi , sehingga pada manusia hal itu menimbulkan suatu keadaan yang disebut undulant fever. Penyebaran lain yang sangat umum adalah apabila sapi sapi lain ikut menjilat-jilat pedet yang lahirnya gugur karena bruselosis.