Seringkali kita sibuk melihat ke atas, tapi tidak mau melihat ke bawah. Bukan untuk meninggikan diri, tetapi sebagai pengingat untuk kembali bahwa banyak lho sebenarnya yang menginginkan berada di posisi kita yang sekarang. Dari miliaran penduduk di dunia, kita adalah termasuk salah satu yang beruntung. Kita masih bisa duduk tenang menikmati hari, sarapan roti atau nasi tiap pagi, tidur yang cukup di kasur yang empuk, tinggal di dalam rumah yang nyaman, dan sebagainya.
Daripada sibuk dan selalu merasa tidak puas karena ingin dapat pengakuan dari orang lain, lebih baik perbanyak bersyukur. Cukup orang dekat dan Tuhan saja yang perlu mengakui keberadaan kita karena kebaikan yang telah kita lakukan. Tidaklah perlu bermuka dua untuk selalu dipuja.