Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Bagaimana Cara Kamu Menanggapi Kritik yang Diberikan Orang Lain?

LA Larasati Farumi 5 years ago

kritik|690x350

Dalam dunia kerja, organisasi, dan kehidupan sosial lainnya pujian dan kritikan akan dating silih berganti, terkadang kritik pedas pun menghampiri.

Menurut KBBI, kritik adalah kecaman atau tanggapan, kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu hasil karya, pendapat, dan sebagainya. Kritik merupakan penilaian seseorang terhadap suatu hal yang diekspresikan dalam bentuk perkataan dan tingkah laku dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan memperbaiki kinerja. Namun, tak jarang sebagian orang belum baik dalam menyampaikan kritiknya sehingga tujuan dari kritik tersebut tidak tersampaikan dengan baik. Sebaliknya orang yang dikritik justru tidak terima atau malah sakit hati.

Kalau youdics, gimana menanggapi segala macam bentuk kritik yang disampaikan oleh orang lain baik dengan yang sopan maupun yang sedikit blak-blakan?

148

Aku sendiri tidak terlalu mentingin cara orang mau kasih kritikan ke aku dengan sopan atau sedikit blak-blakan, as long as intentionnya baik. Sedikit blak-blakan juga belum pasti kasar, jadi menurut aku ya fine-fine aja, asalkan juga masih dalam batas wajar. Menurut aku jika menerima kritikan ya harus diterima, apalagi jika kritikan itu yang memang benar-benar mengomentari hasil kinerja kita terhadap sesuatu. Kalo memang kritikannya negatif, berarti ya memang aku harus perbaikin kinerja aku, dan jika kritikanya adalah kritik positif, berarti aku harus tetap menjaga atau bahkan meningkatkan kinerjaku dalam bekerja.

Aku pribadi kalau di kritik orang selalu aku terima dan aku merasa berarti orang tersebut peduli sama aku. Tapi, kalau memang kritikannya ya untuk membangun bukan untuk menjatuhkan, engga terlalu peduli mau sopan, sedikit blak-blakan ataupun blak-blakan banget.
Karena kalo aku engga bisa nerima kritikan berarti aku belum siap untuk berkembang.

Hmmm ngomongi kritik nih, aku sih orang yang open banget dalam menerima segala bentuk kritikan mau itu pedes atau halus, yaaaaah walaupun sedikit sensitif dan overthinking sih orangnya hihi, tp aku lebih merasa nyaman jika aku di kritik secara langsung or japri ya bahasa sekarang, dari pada harus dikritik di depan umum, menurutku ga etis aja dan belum tentu semua orang memilki mental baja dikritik pedas didepan banyak orang kan?

Menurut saya pribadi, selagi kritikan yang diberikan kepada saya bersifat positif dan membangun dengan senang hati saya akan menerimanya. Namun, jika yang diberikan kritikan negatif dan bersifat menjatuhkan maka saya akan tetap menerimanya tapi hanya mendengarnya saja dan tidak akan memperdulikannya setelah itu. sebenarnya kritikan positif dan kritikan negatif itu baik untuk diri kita, keduanya sama-sama membangun namun ungkapannya saja yang berbeda

Ya, saya juga setuju dengan pendapat kak @jimmywijanto. Menurut saya semua bergantung pada bagaimana seseorang tersebut mengkritik saya. Apabila diutarakan dengan cara dan bahasa yang baik, meskipun dalam hati mungkin ada beberapa hal yang tidak bisa diterima, masih bisa saya pertimbangkan dengan baik. Selain memberi kritik tentunya saya mengharapkan saran dari pengkritik bagaimana cara saya mengurangi atau menghindari hal tersebut.

Akan tetapi, kalau tidak diberi saran, bahkan cara mengkritiknya pun dengan bahasa dan cara yang tidak baik, saya tidak yakin bisa menerima kritikan tersebut.

Saya pribadi, kalau soal kritik tidak terlalu dimasukkan hati. Belajar menanamkan pada pikiran jika sebuah kritik itu perlu, disikapi dengan sisi positif agar kita bisa belajar dari kritikan tersebut. Belajar juga menanamkan bahwa kritikan tersebut membuat lebih baik kedepannya. Ya boleh memikir kritik itu, tapi jangan yang terlalu dipikir dan menjadikan kita stress sendiri dengan kritikan orang lain. Yang namanya hidup pasti banyak warna, dimana ada pujian pasti ada cacian.

Saya sendiri apapun kritik yang saya terima akan pikirkan dengan bijak. Jadi, tidak selalu harus menelan kritik itu mentah-mentah atau mengabaikan. Sebisa mungkin saya akan merenungkan kembali mengapa kritik itu saya terima. Jika telah menemukan titik terang dari masalahnya, saya akan berusaha memperbaiki apa yang perlu dan mengingat kritik itu sebagai pembelajaran. Tetapi, jika rasa kritik itu tidak tepat dan hanya bersifat menjatuhkan, saya tidak mau ambil pusing dan memilih menganggapnya sebagai angin lalu.

Dari aku sendiri menyadari memang banyak orang yang memiliki cara dan kepribadian masing-masing seperti cara mereka menyampaikan kritik, bisa saja mereka memang memiliki nada suara keras sehingga terkesan seperti blak-blakan dan ada pula yang dengan nada halus. Terkadang penyampaian kritik yang blak-blakan memang berbeda tipis dengan marah, oleh karena itu harus teliti dan bijak dalam menyikapi.

Jika ada orang yang menyampaikan kritik, pertama-tama aku melihat dulu tentang apa yang mereka sampaikan, apakah mereka hanya menyampaikan keburukan saja atu dengan kebaikan. Kedua, koreksi dalam diri apakah benar aku seperti yang dikatakan. Ketiga, apakah mereka memberikan solusi untuk mengatasi keburukan. Setelah sudah melihat 3 langkah tersebut, menurutku bisa memberikan jalan keluar bagaimana tanggapan kritik yang baik.
Menurutku walaupun blak-blak an asal pesan yang tersampaikan dengan baik kepada yang diberikan kritik, tidak apa-apa. Kritik yang baik menurutku jika mereka memberikan solusi sekaligus. Penting disini sebagai pihak yang diberi kritik, jangan baper. Bisa jadi, orang tersebut memang punya niat baik kepada kita, namun nada bicaranya memang keras.

Ada hal yang unik pada manusia. Kita semua terdorong untuk mencapai sesuatu - kita ingin berlari lebih cepat, menjadi lebih kreatif, memenangkan lebih banyak penghargaan, menyembuhkan lebih banyak penyakit, mendapatkan lebih banyak uang. Tapi satu masalahnya: jika orang lain ingin membantu kita mewujudkan potensi dengan menilai apa yang kita lakukan dan menunjukkan kekurangan dalam diri yang dapat kita tingkatkan; jika mereka ingin menawarkan kata-kata hangat penuh kebijaksanaan, kritik konstruktif, atau masukan yang berguna, kebanyakan dari kita lebih suka tidak mendengarnya.

Ini sebagian dikarenakan ego yang rapuh. Kita semua ingin memenuhi harapan kita akan diri sendiri, dan dikritik - atau bahkan hanya kemungkinan untuk dikritik - dapat menjadi ancaman besar untuk harga diri dan perasaan positif akan identitas diri. Namun seperti yang ditunjukan teori dan riset psikologi dan penelitian selama puluhan tahun, orang selalu punya taktik cerdik untuk tetap positif dalam menghadapi kritik.

Karena alasan ini, daripada menyambut kritik dengan tangan terbuka, respon pertama kita seringkali berupa tanggapan defensif. Tindakan refleks ini berguna untuk membuat kita merasa lebih baik, tapi juga, di saat yang sama, ia mengungkap rasa tidak aman, cacat karakter, dan sikap tidak menyenangkan dalam diri kita.

Kritik adalah sebuah kalimat yang diucapkan sebagai bagian dari respon seseorang terhadap suatu perilaku tertentu yang dirasa tidak sesuai dengan norma yang ada. Kritik sebagaian besar orang menganggap sebagai hal yang negatif, namun ternyata kritik juga bagian dari motivasi yang diberikan seseorang kepada orang lain dengan tujuan agar perilaku yang tidak sesuai menjadi perilaku yang sebagaimana mestinya.

Menurut saya sendiri, kebiasaan ketika saya mendapati kritikan diantaranya, :

  1. Saya sabar menerima dan mendengarkan kritik yang diberikan kepada saya.

  2. Saya buat catatan tentang kritik yang diberikan.

  3. Memberikan waktu bagi diri saya untuk tenang, biasanya saya memilih waktu untuk sendiri. Dalam keinginan waktu sendiri saya coba untuk mengenali emosi yang saya rasakan. Tentu, kritik adalah bagian dari hal yang kurang menyenangkan sehingga disaat ketenangan saya mencoba untuk memahami, mengenali, menerima, dan menyadari emosi. Misalnya saya mau menangis ya saya lakukan dan saya akui bahwa saya sedang sedih.

  4. Menanamkan dalam pikiran bahwa kondisi kurang menyenangkan ini hanya sementara dan kritik yang diberikan bagian dari respon positif orang lain untuk keberhasilan diri saya. Biasanya hal ini saya lakukan dengan peluk diri sendiri dan self talk.

  5. Menganalisa kritikan yang diberikan, dengan membaca catatan yang saya tulis sebelumnya. Diwaktu itu saya mencoba menemukenali permasalahan yang ada, tanpa judgement diri saya bahwa saya bersalah. Walaupun misalnya peristiwa yang terjadi adalah atas kesalahan saya, saya tidak serta merta menekan diri dan menyalahkan diri. Menyadari kesalahan ini sebagai bentuk dari upaya problem solving dan kontrol diri maupun emosi. Ketika telah dapat menelaah saya akan menuliskan kembali di catatan di bawah atau di samping dari catatan tentang kritikan.

  6. Mengapresiasi diri sendiri melalui ucapan positif meskipun ada kesalahan yang dilakukan. Misalnya yang saya katakan adalah "tidak apa-apa berbuat salah, melalui kesalahan kamu akan belajar menuju benar. kamu hebat hari ini melakukan yang terbaik sesuai kemampuanmu"

Aku tuh orangnya open minded banget, semua kritik aku dengarkan tetapi gak begitu aku pikirin. Hanya kritik-kritik tertentu seperti aku salah dalam melakukan pekerjaan ataupun kritik-kritik yang mungkin aku harus mengubahnya dan aku tanggepin. Untuk kritik dalam bentuk fisik ataupun semacamnya aku gak pernah nanggepin, biarlah orang mau bicara apa yang penting kita harus jadi diri sendiri. Nah, untuk orang yang menyampaikan kritiknya dengan sopan maupun blak-blakan, aku sih nanggepinya santai asalkan jangan sampe kelewat batas, tetapi harus ada etika dan sopan santunnya