Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Tentang Seekor Anjing yang Serakah

SI Sindi ana layla 9 years ago

rsz_dongeng-fabel-anjing|690x246

Ada seekor anjing yang baru saja mencuri sepotong daging. Ia berlari menghindari kejaran pemiliknya. Si anjing memutuskan untuk melewati jembatan dan menyeberangi sungai agar tidak bisa dikejar. Saat berada di atas jembatan, anjing melihat ke bawah dan ternyata ada anjing lain yang juga sedang membawa sepotong daging.

Anjing itu berpikir, kalau ia berhasil mengalahkan anjing di sungai. Ia bisa mendapatkan dua potong daging tanpa pikir panjang, anjing di atas jembatan lalu menggonggong dengan keras dan menyerang anjing di sungai. Daging yang ada pada mulutnya terlepas dan hilang jatuh ke dalam sungai. Saat itu anjing menyadari kesalahannya. Anjing yang diserangnya ternyata adalah bayangannya sendiri di sungai.

Akibat keserakahannya, anjing tidak hanya gagal mendapatkan dua potong daing. Namun ia pun kehilangan daging yang dicurinya.

Apa pesan moral dari cerita tersebut?

SUMBER :
https://www.google.co.id/amp/s/saatsantai.com/cerita-fabel-singkat/amp/

20

Seperti yang digambarkan dalam kisah tersebut, anjing itu berakhir mengenaskan karena sifat serakahnya. Begitu pula dengan manusia. Sebagai manusia, kita harus mensyukuri apa yang kita miliki saat ini. Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam juga mengingatkan akan bahaya serakah,

“Barangsiapa menjadikan akhirat sebagai tujuannya, maka Allah akan memberikan kecukupan dalam hatinya. Segala keperluannya akan Allah kumpulkan dan keperluan dunia akan datang. Barangsiapa menjadikan (motivasi) dunia sebagai cita-citanya Allah akan menjadikan kefakiran di hadapan matanya dan akan menjadikan kacau segala urusannya. Sedangkan dunia (yang dicarinya sungguh-sungguh) tak ada yang datang menghampirinya melainkan sesuai dengan apa yang ditakdirkan oleh Allah atas dirinya, pada sore dan pagi harinya dia selalu dalam kefakiran.” (H.R. Tirmizi)

Dari kisah tersebut, pesan yang dapat diambil adalah keserakahan akan membawa kita ke dalam petaka. Jadi, jangan menjadi orang yang serakah, namun jadilah orang yang qanaah (merasa cukup dengan apa yang dimiliki).