Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Short Stories : Sandal Kulit Sang Raja

KE kevin champs 8 years ago

image|690x414

Seorang Maharaja akan berkeliling negeri untuk melihat keadaan rakyatnya. Ia memutuskan untuk berjalan kaki saja. Baru beberapa meter berjalan di luar istana kakinya terluka karena terantuk batu. Ia berpikir, “Ternyata jalan-jalan di negeriku ini jelek sekali. Aku harus memperbaikinya.”

Maharaja lalu memanggil seluruh menteri istana. Ia memerintahkan untuk melapisi seluruh jalan-jalan di negerinya dengan kulit sapi yang terbaik. Segera saja para menteri istana melakukan persiapan-persiapan. Mereka mengumpulkan sapi-sapi dari seluruh negeri.

Di tengah-tengah kesibukan yang luar biasa itu, datanglah seorang pertapa menghadap Maharaja. Ia berkata pada Maharaja, “Wahai Paduka, mengapa Paduka hendak membuat sekian banyak kulit sapi untuk melapisi jalan-jalan di negeri ini, padahal sesungguhnya yang Paduka perlukan hanyalah dua potong kulit sapi untuk melapisi telapak kaki Paduka saja.” Konon sejak itulah dunia menemukan kulit pelapis telapak kaki yang kita sebut “Sandal“.

Ada pelajaran yang berharga dari cerita itu. Untuk membuat dunia menjadi tempat yang nyaman untuk hidup, kadangkala, kita harus mengubah cara pandang kita, hati kita, dan diri kita sendiri,bukan dengan jalan mengubah dunia itu atau bahkan malah menyesali takdir yg telah terjadi dalam kehidupannya.

Karena kita seringkali keliru dalam menafsirkan dunia. Dunia, dalam pikiran kita, kadang hanyalah suatu bentuk personal. Dunia, kita artikan sebagai milik kita sendiri, yang pemainnya adalah kita sendiri. Tak ada orang lain yang terlibat di sana, sebab, seringkali dalam pandangan kita, dunia, adalah bayangan diri kita sendiri.

Ya, memang, jalan kehidupan yang kita tempuh masih terjal dan berbatu. Manakah yang kita pilih, melapisi setiap jalan itu dengan permadani berbulu agar kita tak pernah merasakan sakit, atau, melapisi hati kita dengan kulit pelapis, agar kita dapat bertahan melalui jalan-jalan itu?

Sumber

20

Dalam perjalanan, seseorang akan dihadapkan pada berbagai ujian dan tantangan. Mulai dari rasa makanan yang absurd, kesulitan berkomunikasi karena perbedaan bahasa, kehujanan sampai kehilangan barang berharga. Walau dihadang kesulitan dan jalan terjal tapi kamu akan teguh berpegang pada keyakinan untuk terus melanjutkan perjalanan.

Dari kegiatan mengangkat keril dan berjalan itulah kamu akan sadar bahwa hidup tidak akan terus ramah padamu, dan kamu harus bisa menghadapinya. Perjalanan akan membuat seseorang terbiasa untuk beradaptasi pada berubahnya kurva hidup. Akan selalu ada masa hidup mengeluarkan candaannya dan membuatmu jatuh untuk sementara waktu.

Ketika dihadang oleh berbagai kesulitan, kamu hanya punya 2 pilihan: bangkit dan melanjutkan perjalanan atau duduk diam menunggu redanya angin cobaan. Kebanyakan pejalan akan dengan gagah memilih opsi pertama. Kasar dan beringasnya hidup tidak akan mampu membuat mereka jadi pecundang yang mudah menyerah.