Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Kisah seorang pengemis

SI Sindi ana layla 8 years ago

rsz_images_88|495x250

Alkisah, tersebutlah sepasang suami istri yang tengah bersiap menikmati hidangan ayam panggang di meja makan. Mereka hidup dengan berkecukupan. Tiba-tiba pintu rumah mereka diketuk oleh seorang pengemis. Sang istri ingin memberinya makanan, akan tetapi suaminya kemudian menghardik dan mengusir pengemis itu.

Tidak berapa lama kemudian, usaha si suami mengalami kebangkrutan. Kekayaannya sirna. Selain itu, Karena perangainya yang buruk, ia juga bercerai dengan istrinya. Sang wanita kemudian menikah lagi dengan seorang pria yang baik perangainya lagi hidup berkecukupan.

Suatu ketika, wanita itu tengah bersiap menikmati hidangan ayam panggang di meja makan bersama suami barunya. Tiba-tiba pintu rumahnya diketuk oleh seorang pengemis.

"Tolong berikan makanan kita kepadanya," pinta si pria kepada istrinya.

Wanita itu mematuhi kata suaminya.

Ketika kembali, wanita itu menangis tersedu-sedu.

"Apa yang membuatmu menangis?" tanya suaminya.

"Pengemis tadi ternyata adalah suamiku. Dahulu, kami juga pernah didatangi oleh pengemis ketika tengah menikmati hidangan, lalu ia menghardik dan mengusir pengemis itu. Sekarang, ternyata ia justru menjadi pengemis."

Suaminya berkata lembut, "Tahukah engkau, pengemis yang dulu diusirnya itu adalah aku."

Apa pesan moral yang dapat diambil dari kisah tersebut?

SUMBER :
http://ceritamotivasiterupdate.blogspot.co.id/2012/07/kisah-seorang-pengemis.html?m=1

21

Siapa sih yang suka pada orang pelit, kikir, medit, bin bakhil? Jangankan orang lain, orang pelit sendiri belum tentu suka pada orang pelit lainnya. Bayangkan saat dia lapar dan ada orang lain dengan banyak makanan, tapi tak mau membaginya barang sedikit pun. Jangankan manusia, Allah pun benci pada orang yang pelit. Pelit adalah satu penyakit hati karena terlalu cinta pada harta sehingga tidak mau bersedekah.