
Seorang Ayah dan putrinya sedang bermain di taman. Putrinya melihat seorang penjual apel. Dia meminta ayahnya membelikannya sebuah apel. Sang ayah tidak membawa banyak uang, tapi cukup untuk membeli dua apel.
Jadi, dia membeli dua buah apel dan memberikan putrinya.
Putrinya memegang satu apel di kedua tangannya. Lalu sang ayah bertanya apakah dia bisa berbagi satu apel dengannya. Setelah mendengar ini, putrinya dengan cepat menggigit satu apel. Dan sebelum ayahnya berbicara lagi, dia juga menggigit apel kedua.
Sang ayah terkejut. Dia bertanya-tanya apa kesalahan yang dia lakukan untuk membesarkan putrinya sehingga dia bertindak sedemikian serakah. Pikirannya kalut, mungkin dia hanya terlalu banyak berpikir, putrinya terlalu muda untuk mengerti tentang berbagi dan memberi. Senyuman telah menghilang dari wajahnya.
Dan tiba-tiba putrinya dengan sebuah apel di satu tangannya berkata, "Ayah memiliki yang satu ini, yang ini sangat manis dan paling banyak airnya". Ayahnya terdiam. Dia merasa tidak enak mencapai keputusan begitu cepat tentang putrinya. Tapi, senyumannya kembali sekarang karena tahu mengapa putrinya dengan cepat menggigit setiap apel.
Apa pendapat Anda tentang cerita ini? Pesan moral apa yang dapat diambil dari cuplikan kisah ini?
Sumber:
http://www.pravsworld.com/lesson-of-hastening-the-judgement/