
Dahulu kala, hiduplah bapak tua dan istrinya di sebuah desa di Jepang. Mereka hidup kesepian karena tidak kunjung mempunyai anak. Walaupun begitu, mereka tidak pernah berhenti berdoa memohon kepada dewa agar diberikan anak.
Suatu pagi, istri bapak tua mencuci baju di pinggir sungai. Tiba-tiba, ia melihat buah persik yang sangat besar terbawa arus sungai. la segera menarik buah persik itu dan membawanya pulang. Setibanya di rumah, ia memberitahukan hal itu pada suaminya.
"Wah, besar sekali buah persik ini. Lumayan untuk mengisi perut kita," kata bapak tua sambil hendak membelah buah persik. Namun, sesaat sebelum buah persik dibelah, tiba-tiba terdengar suara orang bicara.
"Tunggu! Jangan belah aku!" kata suara itu. Tiba-tiba buah persik itu terbelah sendiri dan seorang bayi laki-laki yang lucu melompat keluar dari dalamnya.
Bapak tua dan istrinya kaget setengah mati. Bayi ajaib itu berkata, "Jangan takut. Dewa tahu betapa kesepian kalian tanpa seorang anak. Jadi, dewa mengirimku untuk menjadi anakmu."
Suami-istri tua itu senang sekali mendengarnya. Mereka akhirnya mendapat seorang anak. Karena bayi itu lahir dari buah persik, mereka memberinya nama Momotaro, yang artinya "anak buah persik".
Mereka sangat mencintai Momotaro dan membesarkannya dengan penuh perhatian. Sejak saat itu, hidup mereka tidak pernah sepi lagi.
Pesan moral :
Berdoalah kepada Tuhan agar keinginanmu tercapai. Setelah berdoa, kamu harus bersabar dan berusaha terus-menerus. Jangan pernah putus asa.
Apa pesan moral yang dapat disimpulkan dari kisah tersebut?
SUMBER :
http://dongengceritarakyat.com/kumpulan-cerpen-dongeng-anak-jepang/